Wawancara Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso

Target Kami #2019GantiParlemen

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Itulah peperangan batin saya sampai merasa sangat sedih saat itu. Itu adalah permasalahan yang menurut saya sangat prinsipil. Kita mendukung pemerintah itu hal yang wajar bagi Golkar. Tapi bertekuk lutut, menaruh seluruh batang leher, tertelungkup penuh tanpa menunjukan jatidirinya sebagai partai besar, itu yang saya amat keberatan saat itu. Dan sebenarnya banyak yang merasakan itu. Cuma seperti saya, keresahan itu seperti bersuara di padang pasir. Tapi saya sudah merasa tenang karena sudah menyampaikan kepada banyak teman-teman di sana, termasuk kepada pimpinan partai saat itu.

img_title Muchdi Cs: Priyo Biang Pecah Belah Partai Berkarya

Jadi posisi politik Partai Golkar saat ini yang membuat Anda memutuskan hijrah?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oh tidak, kalau posisi Golkar bersama pemerintah saat ini, sah-sah saja itu, dan saya tidak keberatan. Tapi posisi Partai Golkar yang seolah-olah seperti terpelungkup. Kemudian di parlemen, fraksi tidak diijinkan untuk bersuara, untuk menyampaikan diskursus pemikiran-pemikiran, tidak boleh mengritik untuk kebaikan, itu yang saya itu kemarin betul-betul agak geleng-geleng kepala. Dan saya sebagai salah satu senior partai di dalam berbagai kesempatan sudah menyampaikan itu kepada para pimpinan.

img_title Background Logo Berkarya Berubah hingga Kondisi Indonesia Lampu Merah

Maksud Anda dukungan Golkar kepada pemerintah saat ini jauh berbeda dengan dukungan sebelumnya?

Ya, saya pernah menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar ketika Pak Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden [era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono] dan saya diizinkan sebagai ketua fraksi me-remote teman-teman di parlemen untuk tetap mengkritik pemerintahan SBY-Kalla. Meskipun kalau kritikan itu keras, saya tetap ditelepon oleh Pak JK, dan saya disiplinkan kembali teman-teman, itu tidak apa-apa, tapi kan Golkar mendapatkan nilai diskursus tadi. Artinya ada dinamika ketika itu.

img_title Muchdi Pr Ubah Background Logo Berkarya dari Kuning ke Putih

Hari ini tidak seperti itu lagi?

Tidak. Cenderung tidak berbunyi.

Menurut Anda apa penyebabnya? Apakah karena dikondisikan oleh kader internal partai?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yaa, saya sudah menyampaikan itu kepada pimpinan partai untuk mengijinkan kader partai di parlemen melakukan itu, tapi pada akhirnya tetap tidak diijinkan. Kan pada akhirnya merugikan partai golkar sendiri kan.

Nah, akhirnya ketika saya galau melihat kondisi seperti itu, sebenarnya banyak juga kebijakan kepemimpinan negara yang semestinya dikritisi, mengkritisi itu kan tidak selalu menjatuhkan, bahkan semestinya bisa menjadi memperkuat.  Karena adanya kritikan tentang berbagai problem, seperti tentang tenaga kerja asing, tentang bagaimana agar negara jangan sampai seperti ada jaga jarak kepada elemen-elemen religius, atau elemen apapun yang lainnya. Sebetulnya saya sudah banyak menyarankan, tetapi kan tetap tidak dihiraukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut