Logo DW

Kunci Produk Indonesia Laku di Eropa: Tuntaskan Perundingan CEPA

DW/Y. Pamuncak
DW/Y. Pamuncak
Sumber :
  • dw

Hal senada juga diutarakan oleh Alkafia Aswandi, Wakil Direktur Pusat Promosi Perdagangan Indonesia Hamburg. Alkafia menjelaskan untuk menghindari tarif impor tersebut perundingan Indonesia—European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) harus segera diselesaikan. "Targetnya dari Kementerian Perdagangan, tahun depan itu sudah berlaku lah I-EU CEPA-nya,” ujarnya.

Dengan penerapan perjanjian perdagangan bebas tersebut, Alkafia percaya produk Indonesia akan lebih dapat bersaing. Selain itu ia juga mendorong para produsen Indonesia untuk lebih memperhatikan sertifikasi agar dapat diterima di pasar Eropa. "Sertifikasinya apakah itu fair trade kah, organik kah, atau mungkin dari segi manajemennya, ISO-nya,” tambahnya.

Bekal sertifikasi untuk buka kesempatan di Eropa

Salah satu peserta pameran dari Indonesia adalah Helmi Wartono dari CV Hasil Barokah Mandiri. "Harapannya dengan ikut pameran Anuga ini produk kita dapat masuk di pasaran Eropa. Khususnya organik, karena produk kita adalah gula kelapa yang berorganik, kita ada sertifikat organiknya,” katanya. Helmi menambahkan pentingnya sertifikasi untuk memasuki pasar Eropa karena kini gaya hidup sehat sangat diperhatikan oleh konsumen.

Pameran makanan dan minuman Anuga 2019 diselenggarakan mulai dari 5 Oktober hingga 9 Oktober 2019. Lebih dari 7.400 peserta pameran dari seluruh dunia mempresentasikan produk dan layanan mereka kepada para pengunjung. Segmen yang ada dari mulai bahan makanan, makanan siap saji hingga makanan beku menghadirkan inovasi pada industri makanan dan minuman.

Wawancara pada artikel ini dilakukan oleh Yusuf Pamuncak dan Ayu Purwaningsih.