Dubes RI untuk Arab Saudi Abdurrahman Mohammad Fachir

Soal Satinah, Upaya Pemerintah Sudah Luar Biasa

Abdurrahman Mohammad Fachir, Wakil Menteri Luar Negerii RI.
Sumber :
  • VIVAnews / Renne Kawilarang

Jadi, tidak terganggulah pasokan energi di dalam negeri, karena Indonesia kan membutuhkan itu. Makanya, hubungan keduanya saling menguntungkan. RI menjaga kesinambungan pasokan energi, sedangkan bagi Saudi akan memperoleh keuntungan karena RI terus membeli minyak dari mereka.

Memang, akan dicoba oleh pemerintah dengan mengekspor produk non migas misalnya. Macam-macam memang caranya. Karena komoditasnya banyak, harus turut bersaing juga dengan negara-negara lain. Jadi, tantangannya di situ.

Daya tarik luar biasa kedua yakni soal agama dan ibadah tadi. Saya mencoba mengambil data di 2012, warga yang menunaikan ibadah haji dari Indonesia sebanyak 200 ribu, sedangkan yang umroh 500 ribu. Rata-rata sebanyak 15 persen dari layanan umroh dan haji setiap tahunnya disumbangkan oleh Indonesia. Negara kita menjadi penyumbang jamaah haji dan umroh terbesar dibandingkan negara-negara lainnya.

Indonesia pun memiliki kuota yang paling besar, karena diberi 10 persen dari jumlah penduduk saat ini. Berarti, katakanlah sekitar 200 ribu per tahunnya. Belum lagi dari warga yang berumroh.

Malah, ada kecenderungan yang mengikuti program umroh itu semakin besar. Sebab, kalau haji, terbatas dengan waktu. Sedangkan umroh, bisa dilakukan sepanjang tahun.

Belum lagi, ditambah pemotongan kuota haji sebanyak 20 persen karena adanya perbaikan di area Masjidil Haram, justru menimbulkan minat orang untuk umroh semakin banyak. Untuk itu, data 2013 menunjukkan jumlah warga Indonesia yang umroh naik hingga 700 ribuan. Jadi, artinya Indonesia itu masyarakat haji dan umroh.

Bukan saja kedua negara memiliki perekonomian yang kuat dan menjadi anggota G20, tetapi dari sisi riil, jelas jumlah itu menyumbang pemasukan bagi mereka. Coba, Anda bandingkan. Berapa banyak warga Saudi yang datang ke Indonesia untuk pariwisata?

Bagaimana dengan kerja sama pariwisata?

Pemerintah RI tengah menggalakkan wisata keluarga. Indonesia perlu lebih gencar lagi untuk mempromosikan pariwisata. Kemarin itu, saat kedatangan Pangeran Khalid bin Sultan Abdul Aziz ke Indonesia untuk menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran [MTQ], dia pun mengaku terkejut melihat perkembangan Indonesia yang luar biasa.

[Pangeran Khalid bin Sultan Abdul Aziz ke Indonesia pada Februari 2014 untuk menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran di Istana Negara]

Dari sisi, katakanlah yang ikut program haji dan umroh. Kemudian, yang dia lihat dari banyaknya tempat-tempat ibadah. Lalu, selanjutnya yang dilihat Pangeran Saudi itu perkembangan Jakarta.

Orang kan menerapkan prinsip "seeing is believing". Mungkin dengan pemerintah semakin banyak mendorong warga luar datang ke Indonesia itu mengubah persepsi. Selama ini, persepsi yang terbentuk di Saudi karena banyaknya TKI di sana. Mereka akhirnya menjadi memiliki persepsi sendiri.

Perlu ada semacam diplomasi publik. Perlu adanya semacam tampilan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat haji dan umroh. Kemudian, kita ini anggota G20 dan keberadaan TKI di sana menyumbang produktivitas Saudi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Betrand Peto Terancam Jadi Tersangka? Update Terbaru Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bikin Cemas
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut