Dubes RI untuk Arab Saudi Abdurrahman Mohammad Fachir

Soal Satinah, Upaya Pemerintah Sudah Luar Biasa

Abdurrahman Mohammad Fachir, Wakil Menteri Luar Negerii RI.
Sumber :
  • VIVAnews / Renne Kawilarang

Tidak mungkin kemudian, Indonesia memposisikan diri lebih tinggi. Karena sebenarnya ini kan saling menguntungkan. Ada yang namanya elemen-elemen, entah transportasi, akomodasi, jam kerja, elemen jaminan ini dan itu. Semua elemen itu harus dilihat secara menyeluruh.

Jadi, misalnya kewajiban majikan tertulis harus menampung atau menyediakan tempat yang layak bagi si pekerja. Itu kan termasuk di dalam elemen yang dibahas dan disepakati bersama.

Jadi, tidak hanya menyangkut aspek gaji, tetapi kami juga menitikkan beratkan kepada kenyamanan bekerja. Kepastian juga menjadi salah satu elemen yang perlu diperhatikan.

Di mata Anda, selama ini yang menyebabkan para pekerja Indonesia kerap memperoleh perlakuan kasar, karena kurang paham budaya setempat, faktor bahasa, atau tidak mengerti hukum di sana?

Bisa macam-macam penyebabnya. Bisa jadi, karena tuntutannya lebih tinggi. Karena, memang belum ada kontrak. Dengan adanya kontrak, maka itu lebih mudah. Karena di saat yang sama, ada kebutuhan juga dengan standar yang sebelumnya saya sebutkan. Oleh sebab itu, kualitas tenaga kerja yang dikirim juga menentukan.

Makanya, harus diberikan pendidikan sekian lama. Hal itu untuk memastikan pengetahuan standar seperti bahasa, keahlian, telah dimiliki. Biasanya, pekerja yang bermasalah di sana, rata-rata karena tidak memenuhi standar.

Tetapi dari sisi majikan, mereka juga pernah bermasalah, karena mempekerjakan SDM lebih dari ketentuan yang diharuskan. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena ketidakjelasan itu tadi.

Jadi, saya melihatnya itu, karena ada ketidakjelasan. Dan sejak kali pertama, tidak ada kesamaan persepsi, pengertian tentang hak dan kewajiban di antara kedua negara.

img_title Datangi Rumah Prabowo, Khozinudin Bawa Surat Desakan Gibran Mundur, Begini Nasibnya

Soal Satinah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain masalah ketidak jelasan dalam aturan bekerja, banyak juga TKI di Saudi yang tersandung masalah hukum. Bahkan, banyak yang terancam vonis mati. Salah satu di antaranya kasus Satinah Binti Jumadi Ahmad, yang akan divonis pancung awal April setelah tiga kali ditunda. Sebagai Dubes baru untuk Saudi, apa langkah yang akan Anda ambil untuk menyelamatkan Satinah?

Sejauh yang saya lihat, upaya yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah itu luar biasa. Artinya, pendampingan hukum standar. Tapi itu kan, menyangkut tindakan seseorang, individu, yang menimbulkan kasus hukum.

Jadi, pada dasarnya itu adalah tanggung jawab individu. Bahwa kemudian ada upaya-upaya untuk membantu, itu merupakan sebuah kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Kami juga menghimbau kepada publik agar bisa membantu pemerintah.

Pemerintah tidak ingin kasus-kasus seperti ini menjadi preseden yang tidak baik. Bayangan saya seperti itu.

Apabila merujuk kepada kasus Satinah, maka itu bermula dari kasus hukum yang tidak bisa dimaafkan menjadi dapat dimaafkan oleh perwakilan keluarga. Mengubah status dari kasus yang awalnya tidak dapat dimaafkan menjadi bisa dimaafkan dengan membayar uang diyat, itu kan sudah upaya luar biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Raffi Ahmad Buka Suara soal Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda: Saya Terbuka Terhadap Kritik, Bukan Fitnah!
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut