Frederica, Produser Muda Pencetak Film Box Office
- VIVA.co.id/Maya Sofia
Sebetulnya Anda atau Falcon Pictures sendiri lebih identik dengan genre film apa?
Falcon kan bikin film enggak komedi saja, ada dramanya, thriller-nya, tapi kita belum pernah bikin film horor. Tapi mungkin karena visi perusahaan ya. Jadi memang kita enggak pernah mau bikin film pocong. Terus kan drama keluarga tentang gajah kita pernah bikin. Terus animasi. Jadi Falcon beragam genrenya. Kita enggak mau mengotak-ngotakkan, kita hanya khusus bikin genre ini saja. Enggak ke sana. Kayak Bumi Manusia kan bukan genre yang bisa dibilang komedi.
Apa pakem Falcon Pictures ketika memilih atau memproduseri sebuah film?
Dari premisnya. Kalau premisnya kuat, kita melihat ini di masyarakat diterima, kita mau produksi itu. Tetapi kalau terlalu generik, kita enggak jalani.
Tema seperti apa lebih dekat ke Falcon Pictures?
Sebenarnya kalau tema banyak, beragam. Jadi kita lihat adalah premis dari film itu sendiri. Bisa nyambung ke masyarakat atau enggak. Menjadikan viral atau enggak. Kalau enggak, kita pilih genre yang lain. Misalnya, Surat Kecil untuk Tuhan. Itu kan begitu banyak ratusan orang ribuan orang bisa bikin surat kepada Tuhan, memohon A, B, C, D. Kalau di luar negeri seperti Chicken Soup for the Soul. Seperti itu yang kita ingin garap.
Kayak Juki. Juki salah satu komik terbaik sekarang dan terlaris. Itu kita mau memproduksi. Rencananya kalau Juki kita mau rilis di Desember 2017. Misalnya contoh lagi Jaka Sembung. Itu kita mau produksi. Kenapa? Karena kita enggak ada superhero Indonesia yang berhasil. Panji Tengkorak kita juga mau produksi. Panji Tengkorak kan bagus filosofinya. Aslinya Panji ganteng banget dan dia dengan bela dirinya dia memberantas kejahatan.
Hal-hal kayak gitu yang kita ingin bisa sampai ke masyarakat umum. Karena film itu kan media yang paling tinggi dari semua, televisi, radio, cetak, online. Film itu bisa menggugah orang untuk berbuat kebaikan, kembali ke masanya. Kita ingin bikin film kayak gitu.
Ada sebuah kalimat di situs web Falcon Pictures menyebut bahwa konten seharusnya tak hanya menghibur, tetapi juga mengandung unsur moral atau mengedukasi. Apakah itu prinsip yang dipegang oleh Falcon Pictures?