Wawancara Ketua KPU, Juri Ardiantoro

KPU Harus Jelas 'Jenis Kelaminnya'

Ketua Komisi Pemilihan Umum, Juri Ardiantoro.
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Ada juga teknologi baru, sekarang kalau orang nulis itu bolpointnya sudah memiliki kamera dan blutooth, sehingga orang nulis angka itu sudah bisa langsung terrecap. Kalau soal teknologinya sih banyak ya nanti.

img_title Komisioner KPU: Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027

Jadi persoalannya hanya teknologi yang belum ditentukan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ya, bukan hanya itu saja. Soal keputusannya juga belum. Kalau soal teknologi sih nanti kita bisa buat, banyak orang Indonesia itu yang pintar-pintar untuk buat itu.

img_title Siap-siap! Pemerintah Gelar Pesta Rakyat di Monas Saat HUT ke-81 RI

Artinya keputusan untuk menggunakan itu apakah belum ada?

Belum. Tapi uji coba oleh KPU sudah mulai.

img_title Istana Beberkan Rangkaian Agenda HUT ke-81 RI: Ada Zikir Bersama hingga Merdeka Run

Apakah di Pilkada 2017 ini?

Di Pilkada ini kita lagi rancang, nanti kita lihat kemungkinannya. Tetapi kita ingin ada ujicoba e-recap. Jadi scan C1 seperti selama ini, sekaligus itu bisa membaca angka dan langsung direkap.

Ketua KPU RI Juri Ardiantoro

Masyarakat masih skeptis soal proses tabulasi suara. Misalnya pada Pemilu tahun 2009, sistem tabulasi nasional di Hotel Borobudur itu kan sempat down. Bagaimana KPU mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi lagi?

Yah itu tadi, misalnya kesiapan teknologi itu penting. Jangan sampai kayak Pemilu 2009 itu, lebih cepat manual daripada tabulasi, sehingga menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

Kedua, kalau pun nanti benar-benar digunakan, maka teknologi itu harus betul-betul mendapatkan pengakuan secara resmi yang melewati tahapan sertifikasi, uji coba atau pengujian, dan lain-lain. Kemudian kita semua men-declare-kan kita semua percaya sama teknologi itu, dan kemudian kita pakai dan bisa diaudit misalnya begitu. Kalau itu, menurut saya bisa kita kerjakanlah, karena banyak teknologi kepemiluan di negara-negara lain sebagian dikerjakan oleh orang-orang Indonesia.

Bagaimana persiapan menghadapi gugatan pada Pilkada 2017 nanti, apakah KPU Pusat sudah berkoordinasi dengan KPU daerah?

Bukan koordinasi. Sekarang itu kita sudah melakukan rakor (rapat koordinasi) untuk menghadapi sengketa pilkada, kita sudah siap untuk itu, kita kan pernah pengalaman Pilkada sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau melihat undang-undang sendiri kemungkinan potensi menghadapi gugatan Pilkada 2017 ini gimana, apakah akan sebanyak Pilkada 2015 lalu?

Yaa, saya berharap sih dan saya katakan pada pembukaan Rakor KPU seluruh Indonesia kemarin, kita berharap tidak ada satu pun gugatan. Tapi yang namanya Pemilu, arena memburu kekuasaan pasti ada saja orang yang tidak puas, pasti ada saja gugatan. Oleh karena itu kita siap-siap. Tetapi kalau melihat potensinya, kelihatannya lebih besar 2015 lalu tensi terjadinya sengketa, karena dulu daerah pemilihan kan lebih banyak, 269, sekarang itu 101 daerah. Dari 269 bahkan sampai ada yang tertunda kan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut