Wawancara Ketua KPU, Juri Ardiantoro

KPU Harus Jelas 'Jenis Kelaminnya'

Ketua Komisi Pemilihan Umum, Juri Ardiantoro.
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Kedua, salah satu esensi atau kebanggan kita dalam pemilu itu kan ramai-ramai di TPS, pestanya, pesta demokrasi. Masyarakat itu senang dengan hadir ke TPS dan tepuk tangan, sorak-sorai, nanti kalau e-voting akan menghilangkan tradisi itu.

img_title Tahapan Pemilu 2029 Mulai Tahun Depan, KPU Patok Anggaran Rp1,4 Triliun

Ketua KPU RI Juri Ardiantoro

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenapa nuansa itu bisa hilang kalau e-voting?

img_title Anggaran Sapi Kurban Prabowo Capai Rp100 Miliar, Dibiayai APBN

Kalau e-voting orang semua datang sudah tinggal pencet saja. Enggak ada menghitung suara,  sorak sorai sah,  enggak ada lagi itu. Suara langsung dikirim ke server kan.

Dan ketiga, Pemilu di Indonesia itu pemilu yang sangat terbuka, pemilu di TPS itu sangat terbuka, sehingga tidak mungkin, atau sulit sekali orang berbuat curang di situ. Mana yang tidak terbuka. Semua menyaksikan, semua saksi ada.

img_title Idul Adha 2026, Prabowo Salurkan 1.098 Ekor Sapi Kurban ke Seluruh Indonesia

Justru yang dikhawatirkan orang itu kan perjalanan surat suara. Oleh karena itu teknologi yang dibutuhkan itu bukan untuk menggantikan orang menghitung suara, tapi teknologi untuk mengamankan suara. Maka rekomendasi KPU itu yang dibutuhkan sekarang itu e-rekap,  jadi rekapitulasi elektronik yang bisa mengirimkan suara dengan cepat dan aman. Bukan e-voting atau e-counting, makanya sekarang di 2017 KPU sudah merancang ke sana disamping scan C-1 KPU juga melakukan rekapitulasi untuk prakondisi.

Yang keempat, bukti KPU itu menganggap penting teknologi dan sistem informasi dalam pelaksanaan pemilu itu, KPU secara parsial kan sudah menggunakan ini. Jadi sekarang itu banyak sekali sistem informasi atau aplikasi yang digunakan oleh KPU. Mulai sistem distribusi logistik kita bisa pantau melalui Portal KPU.

Ada SIDALIH untuk orang agar bisa mengecek peserta pemilu dan daftar pemilu. Kemudian, ada SITAP untuk pencalonan ini. Kemudian ada scan C1,  SITUNG, dana sebagainya. Hampir semua ada sistem aplikasinya sekarang itu. Sehingga memang, kita ingin memodernisasi pemilu, disaat yang sama kita ingin memastikan bahwa seluruh pihak itu percaya bahwa teknologi itu penting dan aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagaimana soal penerapan e-recap ? Apakah nanti dari TPS saja tabulasi suara langsung ke pusat atau ada cara lain?

E-recap itu kan terserah nanti modelnya seperti apa, apakah mau diinput di PPK sehingga datanya langsung ke Pusat. Atau langsung di-scan saja di formulir itu dan langsung ke Pusat, kan macam-macam caranya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut