Pemprov DKI Evaluasi Robohnya Balkon Gedung BEI

Selasar Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk.
Sumber :
  • TMC Polda Metro

VIVA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Jupan Royter mengemukakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih melakukan evaluasi terkait robohnya balkon gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). 

img_title PLN Raup Pendapatan Rp 281 Triliun di Semester I-2025, Penjualan Listrik Naik 4,53 Persen

"Belum ada kan masih diteliti dan kajian bakal diteliti sama SKPD terkait," katanya, Selasa, 16 Januari 2018

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari ini, Jupan mendatangi lokasi robohnya balkon di Gedung Bursa Efek Indonesia. "Saya ngecek saja apa ada perkembangan baru. Kan masih lagi dilakukan penyelidikan oleh Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) itu," ujarnya.

img_title Short Selling Bakal Diberlakukan Akhir September 2025, BEI Ungkap Tujuannya

Namun, Jupan mengaku tak sempat melihat lokasi balkon roboh di tower II gedung dan hanya berada di tower I gedung. Ia mengemukakan, belum bisa mengungkapkan banyak hal lantaran masih dalam penanganan polisi.

Sementara polisi telah memeriksa 10 orang terkait ambruknya balkon gedung BEI. Mereka di antaranya sekuriti, mahasiswa, teman korban dan pegawai.

img_title BEI Bukukan Laba Bersih Rp 673 Miliar di Tahun 2024

"Informasi terakhir jam 10 telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi ada 10 orang. Dari sekuriti, mahasiswi, teman korban dan pegawai yang ada di sana," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Januari 2018.

Balkon penghubung di tower II Gedung BEI roboh, Senin, 15 Januari 2018, sekitar pukul 12.10 WIB. Dikabarkan, 77 orang mengalami luka-luka.
 

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Hasto PDIP soal Petinggi OJK-BEI Mundur: Ini Satu Keteladanan Baru

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto buka suara soal mundurnya para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Dirut PT Bursa Efek Indonesia buntut ambruknya IHSG.

img_title
VIVA.co.id
31 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut