Logo BBC

Pasien Covid di RS Terus Naik, Efektivitas Telemedesin Dipertanyakan

Petugas kesehatan memindahkan seorang pasien, di luar ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah, (02/07). BBC Indonesia
Petugas kesehatan memindahkan seorang pasien, di luar ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah, (02/07). BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

"Karena sudah keburu panik segala kan… terus baru dapat WA [pesan WhatsApp] Kemenkes itu sekitar jam 2 siang. Jauh banget dari jam 05:00 pagi ke jam 14:00. Saya sudah keburu beli obat sendiri," jelasnya.

Namun, Siska tetap menggunakan layanan telemedisin gratis dari pemerintah. Ia baru menerima obat "Paket B (Ringan)" sehari kemudian yang berisi Favipirarir (antivirus), multivitamin, dan paracetamol.

Sejumlah pasien isolasi mandiri lain yang dihubungi BBC juga mengaku tak memanfaatkan layanan digital gratis tersebut karena tidak tahu.

Peran telemedisin di tengah kenaikan BOR (bed occupancy rate)

Keluhan ini disampaikan di tengah kenaikan tingkat hunian rumah sakit oleh pasien Covid-19. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mencatat saat ini tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit untuk isolasi mencapai 16%.

"Untuk [BOR] ICU (Intensive Care Unit) sekitar 6%," kata Kepala Persi, Bambang Widodo kepada BBC News Indonesia, Rabu (02/02).

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit terkait Covid-19 di Jakarta mencapai 60%, dengan ICU 28%.

Bambang mengatakan, tingkat keterisian yang didominasi pasien tanpa gejala dan ringan yang terus meningkat ini, berisiko menjadi "beban rumah sakit".

"Kalau benar sampai kasus itu pecah di awal Maret, kenaikannya tinggi, itu kan butuh rumah sakit terjaga. Kalau dulu itu, rumah sakit kan roboh waktu delta itu, tidak mampu melayani," katanya.

COVID
Getty Images
Pasien mendapat perawatan di luar ruang gawat darurat akibat banyaknya pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia (02/07).

Menurutnya, tingginya pasien tanpa gejala atau bergejala ringan yang mendominasi rumah sakit, salah satunya disebabkan minimnya pengetahuan mengenai omicron. Pemahaman yang sejatinya bisa dibantu dengan layanan telemedisin.