Jangan Percaya dengan Penyedia Jasa Nyadap WhatsApp

WhatsApp.
WhatsApp.
Sumber :
  • Unsplash

"Aplikasi tersebut hanya bisa digunakan oleh badan intelijen dan pemerintahan," ucapnya. Lebih lanjut, Alfons memberikan contoh kasus pemerasan dari penyedia jasa penyadapan WhatsApp yang ditemukan oleh Vaksincom.

Twitter

Twitter

Photo :
  • pixabay

"Ada aksi dari salah satu pemeras yang mencari korban melalui akun Twitter @jasasadapchat. Ia memanfaatkan keluguan korbannya untuk mendapatkan keuntungan finansial," papar dia.

Pemeras atau penipu itu, kata Alfons, mengiklankan dia mampu menyadap sejumlah aplikasi, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter dengan kemampuan super dan terpercaya, seperti tanpa menyentuh ponsel pintar milik target, tanpa diketahui oleh target, bahkan privasi dari pengguna jasanya akan aman dan terpercaya.

"Jika korbannya terpancing dan menghubungi nomor yang diiklankan, segala macam bualan dikeluarkan asalkan korbannya percaya," imbuh Alfons. Sejauh ini, menurutnya, korban penipuan dan pemerasan dari akun Twitter @jasasadapchat cukup banyak dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta Rupiah.

"Meskipun akun Twitter @jasasadapchat sudah dilaporkan dan diblokir oleh Twitter, rekening yang digunakan untuk menipu serta memeras korban menurut pantauan Vaksincom masih aktif dan belum ditutup," ujarnya.