Logo WARTAEKONOMI

Wajib Backup Data di Smartphone, Caranya Mudah Kok

Hampir 79 Persen Data Smarphone Hilang. Ini Cara Atasinya. (FOTO: Mochamad Ali Topan).
Hampir 79 Persen Data Smarphone Hilang. Ini Cara Atasinya. (FOTO: Mochamad Ali Topan).
Sumber :
  • wartaekonomi

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa survei DEKA hampir 67 persen orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone yang berujung pada perasaaan kesal.

Lalu, lebih dari 80 persen responden survei menyadari pentingnya melakukan backup data. Namun, hanya sepertiga dari pengguna smartphone yang melakukan backup secara teratur selama satu bulan sekali.

Riset ini melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Hal itu ditegaskan Research Manager DEKA, Anggun Komala Sari, kepada media di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/7/2019).

“Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone, jumlah konten digital mengalami pertumbuhan pesat,” kata dia.

Lebih lanjut Anggun menuturkan, pada September 2018 saja, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 27,4 persen. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna smartphone di Indonesia.

Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak keenam di dunia.

“Oleh sebab itu, tren dalam aktivitas digital dan manajemen data masyarakat urban Indonesia menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Sales Regional Western Digital, Amy Tan, mengatakan sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai perangkat utama di dalam kesehariannya.

Responden yang lebih muda atau milenial cenderung lebih banyak menggunakan smartphone untuk lebih banyak fungsi, mulai dari gaming, navigasi, video streaming, atau berbelanja online.

Menariknya kata Amy, survei ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti ‘kamera’.

Lebih dari 90 persen responden yang memiliki smartphone mengatakan bahwa pengguna lebih sering menggunakan smartphone untuk mengambil gambar daripada untuk menelepon (87 persen) atau chatting (72 persen).

Akibatnya, data yang ada pada smartphone hampir seluruhnya terdiri dari foto (98 persen) dan video (79 persen).

“Kehadiran smartphone telah menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari. Kita menggunakan smartphone untuk menyimpan dan berbagi tentang kehidupan kita. Tapi, saat kita sibuk membuat konten, kerap kali kita lupa untuk melindung ikon terpenting itu,” ujar Amy.

Di sisi lain, Channel Sales Manager Western Digital, Soetrisno Poerwadi menambahkan, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya mulai membuat inovasi terbaru dalam penyimpanan data secara aman di smartphone.

“Kami mengeluarkan aplikasi mobile SanDisk Memory Zone dan iXpand Drive dapat mem-backup foto dan video dengan cepat dan memindahkannya ke komputer atau smartphone lain,” ungkap dia.

Sementara untuk market share beberapa wilayah di Indonesia varian yang dikeluarkan produk SanDisk, Soetrisno mengaku akan memfokuskan kualitas produknya saja.

“Kami hanya fokus pada produk yang kami produksi selama ini. Sementara untuk market share sendiri, tentunya, kami ingin yang terbesar,” papar Soetrisno.