Si Hitam yang Kian Diburu

Pempek Hitam Shinta
Sumber :
  • Instagram @pempekshinta

VIVA.co.id – Hitam telah menjadi definisi kelezatan baru di dunia kuliner. Dulu, makanan berwarna hitam mungkin akan dianggap aneh dan kurang menggugah selera. Namun, saat dunia kuliner kian berkembang dan diramaikan dengan kemunculan inovasi-inovasi baru, kuliner hitam dinilai sebagai sesuatu yang unik, yang membuat para foodie penasaran.

img_title Netizen Soroti Makanan Viral Rupai Rambut Halus, Sebut Sop Bulu

Ya, dalam setahun belakangan, tren kuliner hitam memang merebak dimana-mana, termasuk di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren tersebut diawali dari burger hitam yang pertama kali lahir di Negeri Sakura, Jepang. Hingga saat ini, jumlah kuliner berwarna hitam tak lagi bisa dihitung saking banyaknya. Sebut saja pasta, hot dog, ramen, panekuk, waffle, roti, es krim, yogurt, smoothie, macaron, cupcake, biskuit, kue, bakpau, croissant, bagel, takoyaki dan masih banyak lagi.

img_title Gulai Ikan Semah, Kuliner Unik Kerinci Khusus Priyayi dan Bangsawan

Indonesia juga tak ketinggalan dalam hal kuliner hitam. Saat ini banyak pelaku industri makanan yang menawarkan menu hidangan berwarna hitam yang selalu diserbu pelanggan.

Kuliner hitam memang bukan hal baru di Indonesia. Tengok saja rawon, makanan khas Surabaya yang mendapatkan warna hitamnya dari buah kluwak. Namun, kuliner hitam saat ini biasanya menggunakan natural activated charcoal atau arang aktif alami dan tinta cumi-cumi untuk mendapatkan warna hitam pekat.

img_title 5 Kuliner Unik Khas Bandung, Cocok Buat Oleh-oleh

Melansir Shape.com, arang aktif bisa berasal dari batok kelapa, kayu atau bambu. Yang membuatnya disebut 'aktif' adalah proses tambahan yang terjadi setelah arang terbentuk ketika terekspos oleh gas-gas tertentu saat berada dalam suhu tinggi. Ini menyebabkan terbentuknya formasi pori-pori kecil di permukaan arang, yang bekerja sebagai perangkap mikroskopik, yang memerangkap kandungan dan partikel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat dikonsumsi, arang aktif tidak diserap oleh tubuh, melainkan tetap berada di saluran pencernaan. Itulah sebabnya, arang aktif disebut mampu mendetoksifikasi racun dalam tubuh dengan menyerap dan membawanya keluar dari saluran pencernaan.

Sementara soal arang yang sering dikaitkan dengan karsinogen, zat penyebab kanker, Anda tak perlu khawatir. Itu karena arang aktif tidak mengandung karsinogen dan tidak berbau. Penggunaan arang aktif juga tidak memengaruhi cita rasa makanan, melainkan hanya menambah warna hitam saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut