Berhaji Pakai Dana Talangan Bank, Bolehkah?

Jemaah haji asal asal Sumatera.
Jemaah haji asal asal Sumatera.
Sumber :
  • Andri Mardiansyah

VIVA – Pertanyaan ini bisa jadi pernah singgah di benak Anda atau setiap umat muslim yang ingin berhaji, namun merasa belum memiliki kemampuan secara finansial untuk melaksanakan rukun Islam kelima itu. Mampu sendiri merupakan salah satu syarat haji.

Syarat mampu itu terkandung dalam firman Allah SWT, yakni surat Ali Imran, ayat 97 yang berbunyi, "Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah." 

Lalu bagaimana orang yang belum mampu berhaji karena tidak punya uang, kemudian mengupayakan berbagai cara, bahkan lewat pinjaman atau dana talangan bank untuk ke tanah suci. Saat ini hampir seluruh bank nasional maupun swasta menawarkan beragam produk yang dikemas dengan berbagai istilah sebagai dana talangan haji. 

Dana talangan yang ditawarkan rata-rata sebesar uang yang disetorkan untuk mendapatkan porsi haji. Dalam hal ini si calon akan mendapatkan kucuran dana terlebih dahulu, dan selanjutnya sambil menunggu waktu keberangkatan, mereka akan menyicil dana talangan tersebut. Yang menjadi pertanyaan, apakah ibadah haji mereka sah atau tidak?

Menukil Ensiklopedia Fikih Indonesia 6: Haji dan Umrah yang ditulis Ahmad Sarwat, pada Bab 6 yang terkait pembiayaan haji, dijelaskan bahwa kemampuan dalam hukum ibadah haji termasuk syarat wajib dan bukan syarat sah. Sehingga bila ada orang yang sudah punya kemampuan, maka ibadah haji hukumnya menjadi wajib untuknya.

Namun kemampuan bukan termasuk syarat sah, sehingga bila ada orang yang pada dasarnya tidak mampu, namun dia berhasil melaksanakan ibadah haji dengan memenuhi rukunnya, maka ibadah hajinya dianggap sah.

Akan tetapi soal dana talangan haji dari bank, sebagian ulama membolehkan, sebagian lainnya mengharamkan. Dewan Syariah Nasional menghalalkan dana talangan haji berdasarkan fatwa No.29 Tahun 2002. Dana talangan dianggap sebagai ujrah atau upah atas jasa menalangi biaya haji.