Dunia Melawan Depresi

Aktivitas warga Jepang.
Aktivitas warga Jepang.
Sumber :
  • REUTERS/Kim Kyung-Hoon

VIVA – Bagi penggemar lagu pop kekinian, siapa yang tak kenal Demi Lovato? Dia termasuk penyanyi fenomenal Amerika Serikat dengan beberapa hit laris. Bahkan turut mempopulerkan “Let it Go,” tembang populer yang menjadi soundtrack film animasi yang digemari anak-anak, “Frozen.”

Namun, risiko menjadi penyanyi terkenal, publik pun tahu Lovato mengalami kemelut jiwa yang cukup parah. Bahkan sampai harus menjalani terapi mental dan psikis pada 2010 silam. Masalah itu terkuak setelah dia bertengkar hebat dengan seorang penari saat tur keliling dunia.

Usai menjalani terapi tiga bulan lamanya, Lovato menyampaikan kepada publik bahwa ia menderita anorexia, bulimia dan gangguan bipolar. "Ada saat di mana saya tidak bisa kendalikan diri, sehingga bisa menulis tujuh lagu dalam satu malam, dan saya akan terus terjaga hingga pukul 5.30 pagi. Tapi masih ada harapan untuk kembali,“ ujar dia suatu ketika kepada laman People. Saat itu usianya masih 18 tahun.

Dia sadar bahwa terapi yang intensif itu sangat penting untuk mengatasi tekanan dalam hidupnya. Bila dibiarkan, maka akan berdampak fatal, tidak saja bagi masa depan tapi juga kelangsungan hidupnya.

Demi Lovato bukan satu-satunya orang terkenal yang menderita depresi. Laman health.com pernah memaparkan daftar 20 selebriti dunia yang hidup dengan depresi yang mengungkung mereka. Tak hanya artis terkenal seperti Demi Lovato, Winona Ryder, Catherine Zeta-Jones, Gwyneth Paltrow, dan Putri Diana.

Ada juga atlet ski pemenang olimpiade Jeret 'speedy' Peterson, dan mantan pemain NFL Andre Waters. Sebagian berhasil berjuang mengatasinya, namun sebagian lain memilih mengakhiri hidupnya.

Kasus depresi, berakhir atau tidak dengan bunuh diri, bukan saja menyebar di kalangan artis Amerika. Di Asia, Jepang dan Korea Selatan menjadi negara dengan tingkat depresi yang tinggi.