Dilema PKS dan PAN

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kiri)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kiri)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA – Wajah Fahri Hamzah mengeras. Ia segera berdiri, mengambil spidol, dan bergerak cepat menuju papan tulis. "Saya jelaskan pada Anda, apa yang sesungguhnya sedang dihadapi," ujarnya di dalam ruang rapat kantor redaksi VIVA.

Fahri lalu menuliskan semua yang ia ketahui tentang kondisi politik saat ini. Tentunya tak lepas dari sudut pandang dia sebagai Wakil Ketua DPR RI dan juga politisi Partai Keadilan Sosial, di mana pimpinan partai itu lagi berseteru dengannya.

Padahal di partai itu lah yang selama ini membesarkan dan dibesarkan oleh Fahri. Beberapa kali Fahri terdiam, menarik nafas, atau menggelengkan kepala saat redaksi VIVA menanyakan atau mengonfirmasi soal perpecahan yang terjadi di dalam tubuh PKS, termasuk bagaimana kondisi PKS menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

Fahri menyesalkan gejolak politik yang terjadi di internal PKS. Menurutnya, partai itu harus melakukan perubahan besar jika ingin tetap eksis. Meski demikian ia mengaku akan bertahan. "Saya memilih setia," ujarnya sambil tergelak.

Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR RI dan juga politisi Partai Keadilan Sosial, Fahri Hamzah saat mengunjungi VIVA, di Jakarta. (VIVA/M Ali Wafa)

Perpecahan PKS dan kerasnya keputusan Majelis Syuro soal Pilpres adalah bagian dari keprihatinan Fahri. Ia mengkhawatirkan, nasib partai yang pernah berjaya di Pemilu 2004 dan 2009 itu akan berakhir mengenaskan.