Ngibing Ora Danta

Aksi Ondel-ondel Betawi
Aksi Ondel-ondel Betawi
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA – Matahari baru bergeser lepas tengah hari. Tiga pemuda di sudut Jakarta tampak bergegas dan berkemas. Satu orang mengenakan ondel ondel. Kemudian ada yang mendorong gerobak kecil yang sudah dimodifikasi dengan alat pengeras suara. Sementara satunya menyiapkan ember dari kaleng bekas cat tembok sebagai penadah uang. Setelah rapi, ketiganya segera berjalan bersama.

Nyok kita nonton ondel-ondel.. nyok! Nyok kita ngarak ondel-ondel.. nyok! Ondel-ondel ade anaknye... Anaknye ngider der ideran...

Alunan lagu Betawi yang dipopulerkan oleh almarhum Benyamin Sueb itu lalu menggema di sepanjang jalan Malaka Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lagu yang terdengar dengan volume besar itu bersaing dengan suara knalpot kendaraan dan teriakan bocah. Suara musik khas daerah Ibu Kota Jakarta itu terus terdengar sepanjang jalan,  menembus dinding-dinding dan kaca rumah yang dilewati. 

Aksi Ondel-ondel Betawi

Mengamen menggunakan ondel ondel

Tak peduli sengatan matahari sore dan kendaraan yang melaju kencang, tiga pemuda terus bergerak melawan terik matahari dan debu polusi. Ketiganya lincah berjalan mengamenkan ondel ondel, sebuah boneka raksasa khas Betawi. Mereka bergantian tugas mengusung ondel ondel. Sebab, dengan tinggi boneka yang mencapai 2,5 meter dan berat mencapai 7 hingga 10 kilo, mereka tak akan kuat terus menerus membopong hingga berjam-jam lamanya. 

Ketiga pemuda tanggung itu adalah Ijan (22), Arya Kamandanu (17), dan Fahmi (16). Ketiganya warga Kampung Jembatan, Penggilingan, Cakung.  Demi mengais rupiah, tiga pemuda itu kompak keluar rumah tepat pukul 14.00 WIB. Setelah persiapan beres, maka ketiganya akan berjalan kaki hingga belasan kilometer menyusuri trotoar jalanan Jakarta hingga permukiman padat penduduk di sekitar Jakarta Timur. Rute yang dipilihnya pada hari itu adalah perkampungan warga Duren Sawit, Kampung Sumur, Klender, Pondok Bambu, hingga Banjir Kanal Timur (BKT) Kalimalang.