SOROT 562

Ngibing Ora Danta

Aksi Ondel-ondel Betawi
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA – Matahari baru bergeser lepas tengah hari. Tiga pemuda di sudut Jakarta tampak bergegas dan berkemas. Satu orang mengenakan ondel ondel. Kemudian ada yang mendorong gerobak kecil yang sudah dimodifikasi dengan alat pengeras suara. Sementara satunya menyiapkan ember dari kaleng bekas cat tembok sebagai penadah uang. Setelah rapi, ketiganya segera berjalan bersama.

img_title Pramono Larang Ondel-ondel Buat Ngamen, Bakal Turunkan Satpol PP Buat Menindak

Nyok kita nonton ondel-ondel.. nyok! Nyok kita ngarak ondel-ondel.. nyok! Ondel-ondel ade anaknye... Anaknye ngider der ideran...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alunan lagu Betawi yang dipopulerkan oleh almarhum Benyamin Sueb itu lalu menggema di sepanjang jalan Malaka Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lagu yang terdengar dengan volume besar itu bersaing dengan suara knalpot kendaraan dan teriakan bocah. Suara musik khas daerah Ibu Kota Jakarta itu terus terdengar sepanjang jalan,  menembus dinding-dinding dan kaca rumah yang dilewati. 

img_title Pramono: Ondel-ondel Tidak Digunakan untuk Ngamen!

Aksi Ondel-ondel Betawi

Mengamen menggunakan ondel ondel

img_title Pesan Pramono Anung untuk LDII Jakarta: Jaga Budaya Betawi di Tengah Transformasi Kota Global

Tak peduli sengatan matahari sore dan kendaraan yang melaju kencang, tiga pemuda terus bergerak melawan terik matahari dan debu polusi. Ketiganya lincah berjalan mengamenkan ondel ondel, sebuah boneka raksasa khas Betawi. Mereka bergantian tugas mengusung ondel ondel. Sebab, dengan tinggi boneka yang mencapai 2,5 meter dan berat mencapai 7 hingga 10 kilo, mereka tak akan kuat terus menerus membopong hingga berjam-jam lamanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga pemuda tanggung itu adalah Ijan (22), Arya Kamandanu (17), dan Fahmi (16). Ketiganya warga Kampung Jembatan, Penggilingan, Cakung.  Demi mengais rupiah, tiga pemuda itu kompak keluar rumah tepat pukul 14.00 WIB. Setelah persiapan beres, maka ketiganya akan berjalan kaki hingga belasan kilometer menyusuri trotoar jalanan Jakarta hingga permukiman padat penduduk di sekitar Jakarta Timur. Rute yang dipilihnya pada hari itu adalah perkampungan warga Duren Sawit, Kampung Sumur, Klender, Pondok Bambu, hingga Banjir Kanal Timur (BKT) Kalimalang.

Dengan wajah ceria, ketiganya menyusuri ruko, rumah-rumah warga, dan warung-warung di pinggir jalan. Pembopong ondel ondel akan menggerakkan ondel ondel hingga terlihat seperti meliuk menari. Musik terus dibunyikan sepanjang jalan. Sementara ember disodorkan kepada siapa saja yang mereka temui, berharap orang yang dihampirinya melempar receh ke kaleng cat kosong yang dibawa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut