Pahit Getir PB Djarum agar Indonesia Tetap Juara

GOR PB Djarum, Kudus
GOR PB Djarum, Kudus
Sumber :
  • VIVAnews / Satria Permana

VIVA- Pukul 5 sore, tampah-tampah yang digunakan untuk melinting rokok disiapkan dirapikan dan dipinggirkan. Lalu, lantai dibersihkan. Di tengah brak atau gudang pabrik, cat digoreskan membentuk lapangan bulutangkis.

Setelah itu barulah tiang, net, kok dan raket dikeluarkan. Lalu, ditemani aroma tembakau dan cengkeh yang memenuhi ruangan, orang mulai memainkan raket.

"Mulanya karyawan Djarum main bulutangkis untuk kebugaran. Seadanya. Tidak ada pelatihan atau program khusus," ujar Robert Budi Hartono, pendiri perusahaan rokok Djarum mengenang sejarah panjang awal mula kemunculan komunitas bulutangkis di lingkungan pabrik tersebut.

PT Djarum adalah perusahaan rokok besar nasional yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah, yang jadi embrio lahirnya klub bulutangkis legendaris berlabel PB Djarum. Awalnya, di perusahaan Djarum tidak ada klub bulutangkis. Lapangan bulutangkis pun belum tersedia.

GOR PB Djarum, KudusGOR PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah

Bermula dari kebutuhan para karyawan pelinting rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) untuk berolahraga seusai bekerja, dibuatlah lapangan bulutangkis di tengah ruangan tempat mereka bekerja. Jadi setiap sore, pada hari-hari yang ditawarkan, tampah-tampah dipinggirkan jadi lapangan bulutangkis "darurat" yang mulai digunakan sekitar tahun 1969.

Para karyawan Djarum merepresentasikan kecintaan mereka terhadap olahraga tepok bulu di barak rokok kawasan Bitingan Lama (sekarang bernama Lukmonohadi) nomor 35. Kala itu barak Bitingan Lama masih kecil, tapi cukup untuk membuat satu lapangan bulutangkis di tengahnya.