Mau Eksis atau Narsis?

Seorang gadis sedang selfie dengan latar lukisan mural di Jakarta
Seorang gadis sedang selfie dengan latar lukisan mural di Jakarta
Sumber :
  • REUTERS/Agoes Rudianto

VIVA – “Kalau bicara media sosial, kayaknya hampir semuanya saya punya,” ujar Yana Maliyana. Kepada VIVA, karyawan berusia 28 tahun ini menuturkan, ketika ada media sosial (medsos) jenis baru, dia akan segera bikin akunnya. “Yang jelas bikin saja dulu biar gak ketinggalan zaman,” katanya beralasan.

Yana kerap memposting foto ke akunnya di medsos. “Ketika saya lagi pergi. Kadang kan ada tempat - tempat yang mungkin kita pengen datangin terus ada kesempatan. Nah di situ lah gua upload foto - foto diri gua, sama pemandangan lah. Kebanyakan sih foto sendiri,” ujarnya menambahkan.

Ia mengaku, tiap hari selalu update medsosnya. “Kalau instastory, snapchat itu kan yang pendek-pendek. Bisa foto atau video. Sehari tuh hampir pasti ada,” ujarnya.

Menurut dia, alasan kerap posting foto di medsos karena untuk menunjukkan ‘sesuatu’ ke publik, terutama teman-temannya. Alasannya, sebagai bagian dari upaya menjalin komunikasi dan interaksi. “Jadi ga sekadar narsis.”

Yana tak sendiri. Hal yang sama dialami Filani Olyvia (25 tahun). Warga Mampang Prapatan di Jakarta Selatan ini mengaku memiliki banyak akun medsos. Bahkan, ia sudah bermain medsos sejak sekolah menengah atas.  “Biar enggak ketinggalan informasi dan eksistensi diri sendiri,” ujarnya kepada VIVA.

Sorot Narsis - Selfie - Fotografer

Seorang wanita mengambil foto wanita lain bersama seekor kucing. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)