Bank Muamalat Indonesia, Apa Solusi untuk Masalahnya?
- atestate.org
JAKARTA – Gagasan pendirian Bank Muamalat Indonesia (BMI) datang dari kalangan umat terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), NU dan Muhammadiyah serta beberapa para pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia.
Ide ini tercetus pertama sekali dalam sebuah lokakarya MUI di bulan Agustus tahun 1990 dalam periode kepemimpinan KH Hasan basri sebagai ketua umum MUI yang mengangkat tema Masalah bunga bank dan perbankan.
Meskipun pendirian BMI mendapat dukungan dari pemerintah tapi BMI bukanlah bank pemerintah atau bank milik negara tapi adalah bank swasta milik umat.
Jadi BMI ini merupakan bank pertama murni syariah yang berdiri tahun 1992 yang sejarah kelahirannya berbeda dengan bank-bank syariah lainnya yang berinduk kepada bank konvensional. BMI ini sempat menghadapi masalah sehingga untuk memperkuatnya BMI mengundang investor asing dari Timur Tengah.
Setelah berjalan dengan baik kemudian bank ini juga kembali menghadapi masalah sehingga akhirnya untuk menyelamatkannya pemerintah mendorong BPKH untuk masuk melakukan investasi.
Tetapi hal itu bukanlah berarti BMI sudah menjadi bank milik pemerintah karena dana BPKH yang diinvestasikan di BMI tersebut bukanlah dana dari pemerintah tapi adalah dana milik umat.
“Untuk itu ke depan kita harus bisa menjaga agar BMI tetap dengan paradigmanya dari umat, milik umat, bersama umat dan untuk umat . Oleh karena itu ide untuk memergerkan bank muamalat dengan BTN Syariah sebaiknya tidak dilanjutkan dengan pertimbangan,” ujar Ketua PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas lewat rilis yang diterima VIVA.
Pertimbangan yang harus dilakukan, Pertama, agar legacy dari bapak-bapak kita terdahulu yang telah bersusah payah mendirikan bank ini tetap terjaga untuk menjadi spirit dan pelajaran bagi generasi sekarang dan yang akan datang untuk juga bisa berbuat sesuatu yang berarti dan bermakna bagi umat dan bangsa.
Kedua, kita juga ingin di tengah-tengah persaingan dunia perbankan yang ada di negeri yang mayoritas umatnya beragama Islam ini tetap ada bank swasta yang merupakan milik umat.