- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Kalau kita lihat riset layanan publik, itu adalah yang terbaik di dunia 4 negara itu skandinavia, ini di The Rule of Law Index 2015. Di mana Indonesia? Kalau tidak salah urutan 60-an.
Itu indeks layanan publik bidang hukum saja?
Tidak, The Rule of Law Index ini juga selain hukum, mengenai layanan publik juga. Di Undang-undang 37/2008 itu, kita ini muaranya menciptakan layanan publik demi itu, negara hukum yang demokratis. Ujungnya begitu.
Tidak mungkin ada hukum yang tidak diskriminatif, tanpa layanan publik yang baik. Kalau layanan publik tidak baik, dapat dipastikan ada persoalan dengan diskriminasi, persoalan dengan penegakan hukumnya.
Bagaimana kondisi Indonesia secara umum?
Secara kasat mata bisa dilihat di Indoneisa sekarang, babak belur kita semua. Saya yakin kalau sisi seremonial kita bagus, coba saja lihat semua institusi. misalnya hari ulang tahun, ada apa, ajang penghargaan, pasti bagus. Tapi kan di dalam pelaksanaannya cukup menyedihkan.
Hampir semua lembaga berarti?
Betul, hampir semuanya, istilah saya tuh masyarakat kita ini kalau tahu dia sama Tuhan, dia melapor sama Tuhan. Betul, itu saking enggak tahunya lagi melapor sama siapa.
Lalu bagaimana Ombudsman melihat ini?
Selama ini kita tidak menghitung kalau surat tembusan, misalnya dia melapor pada presiden, ditembuskan pada 10 institusi, termasuk Ombudsman. Artinya bukan alamat yang dituju, selama ini kalau kita tidak dihitung, saya bilang sama teman-teman, salah, mestinya walaupun tembusan, kita klarifikasi juga.
Misalnya anda melapor ke menteri agraria, karena enggak yakin menteri metindaklanjuti, anda tembuskan ke 10 alamat, termasuk Ombudsman. Nah periode saya, walaupun tembusan kita ikut nimbrung di situ. Artinya kalau itu ke menteri agraria, kita kirim surat ke menteri agraria, sehubungan dengan tembusan yang kami terima, sudah ditindaklanjuti belum?
Kan kita khawatirkan institusi yang dilaporkan itu memang tidak mengambil tindakan, misalnya surat kepada anda tapi tembusan kepada saya juga, kemudian saya tanyakan mungkin laporan itu jadi ditindaklanjuti, karena merasa, ini banyak orang tahu.
Selama ini, Anda melihat apa penyebab buruknya layanan publik?