Logo timesindonesia

Gubernur Baru Dilantik, Jatim Nomic Minta Dilanjutkan

Wabup Ony memberikan selamat kepada Khofifah saat acara pisah sambut Gubernur  Jatim di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (11/2/2019) (FOTO: Humas Pemkab Ngawi for TIMES Indonesia)
Wabup Ony memberikan selamat kepada Khofifah saat acara pisah sambut Gubernur  Jatim di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (11/2/2019) (FOTO: Humas Pemkab Ngawi for TIMES Indonesia)
Sumber :
  • timesindonesia

Pelantikan Gubernur Baru Jatim mendapat respons beragam. Wabup Ngawi Ony Anwar mengucapkan selamat atas dilantiknya Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak di Istana Negara, Rabu (13/2/2019). Ony berharap Khofifah-Emil bisa melanjutkan program gubernur sebelumnya terutama program berbasis peningkatan perekonomian masyarakat yakni Jatim Nomic. 

“Selain bisa melanjutkan program yang sudah digariskan Pakdhe Karwo ke depannya Bu Khofifah merealisasikan program sesuai visi misinya,” ungkap Ony saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (13/02/2019).

Hadirnya Emil Dardak yang mewakili generasi milenial, lanjutnya, diharapkan bisa membuat terobosan inovasi yang bisa mengangkat kegiatan ekonomi masyarakat. Serta bisa melanjutkan lagi Jatim Nomic. Mengingat besutan Soekarwo. Jatim Nomic telah memfasilitasi pengusaha besar untuk berinvenstasi guna meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat baik mikro maupun makro. 

"Lewat Jatim Nomic disparitas tatanan perekonomian terjaga dengan baik," jelasnya.

Menurut Ony, Jatim Nomic bisa menumbuhkan perekonomian dan pemerataan lapangan kerja melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM-red). Dengan alasan itu kepemimpinan Soekarwo selama 10 tahun tidak perlu dikoreksi lagi. Sebaliknya, selama era pemerintahanya bisa membawa Jatim sebagai pionir. 

"Di Jatim, pertumbuhan ekonomi makronya bagus dan pemerataan sektor UMKM maupun sektor riil bisa berjalan. Intervensi fiskalnya kepada UMKM berjalan dengan baik,” kata Ony.

Wabup Ngawi menegaskan, banyak hasil yang dimiliki atas program Jatim Nomic. Pendapatan Pemprov Jatim menjadi surplus dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2014 surplus perdagangan mencapai US 32 juta dolar. Jatim diharapkan menjadi barometer perkonomian pasca Pelantikan Gubernur Baru Jatim. (*)