Gak Makan Nasi Bikin Cepat Kurus? Ternyata Mitos!

Ilustrasi nasi.
Ilustrasi nasi.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Nasi kerap dianggap sebagai biang kerok tumpukan lemak di tubuh hingga memicu bobot kian bertambah. Bahkan tak jarang, sebagian wanita memilih menghindari nasi agar tubuhnya tetap langsing dan ideal.

Padahal, dituturkan Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK, bahwa nasi merupakan sumber karbohidrat yang penting bagi tubuh. Karbohidrat sendiri dibutuhkan hingga 60 persen dari total kalori yang dikonsumsi dalam sehari. Namun, memang perlu cermat dalam memilahnya.

"Harus pilih-pilih juga, sama seperti lemak. Karbohidrat yang bentuknya kompleks lebih baik. Yang kita hindari itu (kandungan) gula dari nasi, atau gula merah, madu juga jangan terlalu banyak," jelasnya dalam acara Hidup Sehat, TvOne, Selasa 4 Januari 2022.

Dengan karbohidrat kompleks, tubuh akan lebih lama mencernanya sehingga akan terasa kenyang lebih lama. Beberapa contoh karbohidrat kompleks mencakup nasi merah, jagung, kentang, hingga kacang polong.

Ilustrasi diet/menurunkan berat badan.

Ilustrasi diet/menurunkan berat badan.

Photo :
  • Pixabay

Dokter Marya mengingatkan bahwa dalam porsi makan sehari-hari, sumber karbohidrat juga harus diiringi dengan sumber serat yakni dari buah dan sayur. Selain itu, tambahan lemak secukupnya juga dianjurkan agar tubuh tetap berenergi dan bugar.

"Kalau rendah lemak banget, bisa-bisa bikin kulit kering dan rambut rontok. Bijak saja pilih sumber lemak baik," jelasnya.