SOROT 499

Semua Orang Bisa Jadi Superhero

Wiro Sableng 212
Sumber :
  • instagram.com/vinogbastian__

Namun, bagi anak-anak, munculnya bentuk sastra baru yang populer di era 1930-an menjadi pintu gerbang propaganda untuk disampaikan kepada generasi yang lebih muda.

img_title Elizabeth Olsen Blak-blakan 'Dipecat' dari Film Marvel, Tak Lagi Perani Superhero?

Comic books atau komik menunjukkan bagaimana jadinya jika Anda melawan kejahatan di Perang Dunia ke-2. Faktanya, sampai saat ini komik masih membagikan nila-nilai yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun 1977, penulis AS, Michael Uslan mengatakan, bahwa dari tahun 1930-an, sifat komik adalah mengungkapkan tren, konvensi dan kekhawatiran kehidupan Amerika. "Komik telah menjadi sebuah karya tentang pandangan nasional, pergaulan, moral, adat istiadat, tradisi, sikap rasial, mode, heroes of the day dan berbagai hal lain yang membentuk gaya hidup kita," ujarnya.

img_title Film Blue Beetle Tayang Hari ini, Sajikan Aksi Superhero yang Menyentuh

Chris Evan dalam Captain America

Dalam satu bentuk atau lainnya, komik memang sudah ada lebih lama dari yang mungkin Anda bayangkan, yakni tahun 1500-an. Namun, di AS, komik yang kita kenal sekarang tercipta pada akhir 1930-an, yakni pada bulan Juni 1938 saat ACTION COMICS #1 dirilis.

img_title Tayang 14 Juni, Semenarik Apa Film The Flash Dibanding Film Superhero Lainnya?

Superman, karakter yang membungkus semua hal-hal baik tentang Amerika dan kemanusiaan, menjadi bintangnya. Karakter lainnya pun menyusul tak lama setelahnya, termasuk Human Torch, Batman, Sub-Mariner, Wonder Woman, Captain Marvel, The Shield dan Captain America.

Superman menjadi populer karena berbagai alasan. Pertama, seperti banyak orang Amerika, Superman adalah seorang imigran. Ia hidup di bumi yang merupakan tempat asing bagi orang dari planet Krypton seperti dirinya. Kedua, Superman mendukung kerja keras, keadilan dan kebenaran.

Dikutip dari buku Great Depression, Scott A. Cord mengatakan, bahwa di masa Perang Dunia Ke-2, komik menjadi salah satu bentuk pelarian bagi para pembacanya. Komik memungkinkan para pembaca untuk berfantasi tentang menghukum para penjahat di kehidupan nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena depresi adalah kekhawatiran utama orang Amerika selama tahun 1930-an, para pembaca senang melihat superhero bertarung melawan mereka yang mengeksploitasi masa-masa sulit untuk keuntungan diri sendiri. Misalnya, karakter awal seperti Green Lantern, Superman dan Batman sering dikisahkan meringkus para pengusaha korup yang menindas pekerja miskin di akhir 1930-an," ujarnya.

Aspek lain yang disenangi dari karakter Captain America bagi banyak orang Amerika adalah dia selalu bertempur sesuai dengan "aturan" perang, dan ia selalu menang. Sementara tokoh antagonisnya selalu bertempur dengan cara curang dan selalu berakhir kalah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut