- instagram.com/vinogbastian__
"Wiro ini eranya bisa dibilang era abad ke-16/15 gitu ya. Wiro Sableng itu dunia fantasi, bukan mengacu kepada satu era yang benar-benar terjadi di dunia. Jadi campur antara dunia tapi masih ada fiksinya, fantasinya. Tapi dunia Wiro Sableng itu terbagi menjadi tiga kelompok. Satu golongan hitam, dua golongan putih, tiga golongan kerajaan atau politik," ucap Sheila.
![]()
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam cersil Wiro Sableng, biasanya orang-orang golongan putih terbilang independen dan tidak mau ikut campur masalah golongan politik. Sedangkan golongan hitam, karena ketamakan, kerasukan dan lain sebagainya, terkadang masuk ke dalam golongan politik tersebut.
"Nah, ketika terjadi pemberontakan, biasanya golongan putih ikut membantu rakyat dan masyarakat. Jadi biasanya dunianya itu berkisar di antara tiga kelompok itu," katanya.
Alter Ego
Mengacu pada ilmu psikologi, bisa dikatakan bahwa superhero umumnya merupakan wujud dari alter ego banyak penggemarnya. Definisi alter ego sendiri adalah kondisi di mana seseorang membentuk karakter lain dalam dirinya secara sadar. Karakter tersebut seringkali merupakan gambaran ideal tentang dirinya, yang tidak bisa dia realisasikan dan hanya mampu ia idam-idamkan.
Menurut Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga, Roslina Verauli, alter ego itu seperti ego ideal yang diharapkan oleh seseorang untuk ia miliki. Alter ego juga merupakan salah satu bentuk dari defence mechanism atau mekanisme pertahanan bawah sadar.
"Jadi alter ego itu adalah seperti ego ideal yang dia harapkan sendiri. Dia butuh mengembangkan alter ego bahwa dia adalah orang yang hebat, dia mampu bertahan, dia bisa melindungi orang dan sebagainya. Sehingga dia menyukai figur seperti Superman, Batman, Spiderman, atau superhero lainnya. Itu kan seolah-olah membantu ego untuk bisa bertahan, tapi dengan cara-cara yang masih bisa diterima di lingkungan," ucap Vera.
Namun Vera menjelaskan, bahwa memiliki alter ego bukan berarti ingin menjadi orang lain, karena alter ego sebenarnya merupakan ego ideal yang diharapkan oleh setiap individu. "Jadi tidak mesti ingin menjadi orang lain, tapi ingin ideal saja," katanya menegaskan.