SOROT 590

Dunia Berjaga Wabah Corona

Pemerintah China mengebut pembangunan rumah sakit khusus orang-orang yang terjangkit virus corona dan segala penanganan wabah mematikan itu di kota Wuhan, provinsi Hubei.
Sumber :
  • tvOne

Virus ini disebutkan berbahaya terutama pada orang tua yang memiliki riwayat penyakit lain. Pakar vaksin, Dr. Arifianto, mengatakan corona virus bisa mematikan ketika muncul sesak nafas yaitu pheunomenia. Secara umum, pheunomenia ini sangat mudah dialami oleh dua kelompok masyarakat, pertama kelompok anak-anak, dan kedua kelompok orang tua atau lanjut usia.

img_title Epidemiolog Sebut Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi, Berpotensi Masuk Indonesia

"Jadi memang bagi orang yang daya tahan tubuhnya tidak terkena virus corona atau apapun, mereka yang masuk ranah usia anak-anak dan lansia itu memang sudah rentan. Apalagi ditambah dengan katakanlah lansia yang memliki penyakit lain, misalnya dia punya penyakit diabetes, liver, jantung, dan lain sebagainya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Arifianto, jika dilihat dari laporan yang ada, mereka yang meninggal dunia karena virus corona lebih banyak terjadi pada mereka yang lanjut usia.

img_title Ditemukan di Sejumlah Negara, Seberapa Bahaya Varian Baru Virus Corona Pirola?

Kota Wuhan di China asal virus Corona bak kota mati.Kota Wuhan ibarat kota mati

Berdasarkan yang ia ketahui, gejala terpapar virus corona adalah di saluran pernapasan dan penyebarannya juga melalui saluran pernapasan, maka penggunaan masker menjadi satu langkah pencegahan yang baik. "Tapi belakangan ada peringatan agar berhati-hati karena penularan bisa melalui kontak langsung atau misalnya lewat cairan tubuh. Tapi virus ini masih baru, dan masih dipelajari gejalanya, maka menggunakan masker, dan membiasakan cuci tangan dengan air mengalir, atau juga pakai handsoap dengan kandungan alkohol antara 70 hingga 80 persen bisa membantu," ujarnya kepada VIVAnews, Kamis, 30 Januari 2020.

img_title Jill Biden Kembali Positif COVID-19, Segera Isolasi Mandiri di Rumah

Prof.drh. Agus Setiyono, MS, PhD. APVet, pakar hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pernah meneliti tentang patogen yang ada dalam kelelawar. Menurutnya, dari penelitian yang bekerjasama dengan Hokkaido University salah satu hasil yang ia dan Prof. Ekawati (rekannya) temukan adalah virus yang berpotensi menimbulkan persoalan dengan manusia, yaitu corona virus.

"Sebenarnya dengan Hokkaido University itu kita khusus meneliti kelelawar. Patogen apa yang dalam kelelawar yang kita teliti, ternyata salah satunya corona virus. Yang kita temukan ini jenis Beta Corona Virus. Ini ada Beta ada Alfa, dan ini yang berbahaya untuk manusia. Ada lagi Delta dan Gama corona virus, yang banyak menginfeksi di hewan. Hewannya apa saja beragam. Kalau dikatakan pengelompokan. Tapi kebetulan yang kita temukan adalah yang Beta Corana Virus yang memang berpotensi menimbulkan persoalan di manusia," ujarnya kepada VIVAnews, Kamis, 29 Januari 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut