- tvOne
Virus ini disebutkan berbahaya terutama pada orang tua yang memiliki riwayat penyakit lain. Pakar vaksin, Dr. Arifianto, mengatakan corona virus bisa mematikan ketika muncul sesak nafas yaitu pheunomenia. Secara umum, pheunomenia ini sangat mudah dialami oleh dua kelompok masyarakat, pertama kelompok anak-anak, dan kedua kelompok orang tua atau lanjut usia.
"Jadi memang bagi orang yang daya tahan tubuhnya tidak terkena virus corona atau apapun, mereka yang masuk ranah usia anak-anak dan lansia itu memang sudah rentan. Apalagi ditambah dengan katakanlah lansia yang memliki penyakit lain, misalnya dia punya penyakit diabetes, liver, jantung, dan lain sebagainya," ujarnya.
Menurut Arifianto, jika dilihat dari laporan yang ada, mereka yang meninggal dunia karena virus corona lebih banyak terjadi pada mereka yang lanjut usia.
Kota Wuhan ibarat kota mati
Berdasarkan yang ia ketahui, gejala terpapar virus corona adalah di saluran pernapasan dan penyebarannya juga melalui saluran pernapasan, maka penggunaan masker menjadi satu langkah pencegahan yang baik. "Tapi belakangan ada peringatan agar berhati-hati karena penularan bisa melalui kontak langsung atau misalnya lewat cairan tubuh. Tapi virus ini masih baru, dan masih dipelajari gejalanya, maka menggunakan masker, dan membiasakan cuci tangan dengan air mengalir, atau juga pakai handsoap dengan kandungan alkohol antara 70 hingga 80 persen bisa membantu," ujarnya kepada VIVAnews, Kamis, 30 Januari 2020.
Prof.drh. Agus Setiyono, MS, PhD. APVet, pakar hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pernah meneliti tentang patogen yang ada dalam kelelawar. Menurutnya, dari penelitian yang bekerjasama dengan Hokkaido University salah satu hasil yang ia dan Prof. Ekawati (rekannya) temukan adalah virus yang berpotensi menimbulkan persoalan dengan manusia, yaitu corona virus.
"Sebenarnya dengan Hokkaido University itu kita khusus meneliti kelelawar. Patogen apa yang dalam kelelawar yang kita teliti, ternyata salah satunya corona virus. Yang kita temukan ini jenis Beta Corona Virus. Ini ada Beta ada Alfa, dan ini yang berbahaya untuk manusia. Ada lagi Delta dan Gama corona virus, yang banyak menginfeksi di hewan. Hewannya apa saja beragam. Kalau dikatakan pengelompokan. Tapi kebetulan yang kita temukan adalah yang Beta Corana Virus yang memang berpotensi menimbulkan persoalan di manusia," ujarnya kepada VIVAnews, Kamis, 29 Januari 2020.