SOROT 590

Dunia Berjaga Wabah Corona

Pemerintah China mengebut pembangunan rumah sakit khusus orang-orang yang terjangkit virus corona dan segala penanganan wabah mematikan itu di kota Wuhan, provinsi Hubei.
Sumber :
  • tvOne

Dalam jumpa pers di Jenewa, Tedros menggambarkan virus corona sebagai "wabah yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan bersinggungan dengan "respons yang belum pernah terjadi sebelumnya. "WHO juga memuji respon pemerintah China yang menurut mereka telah melakukan tindakan yang luar biasa.

img_title Epidemiolog Sebut Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi, Berpotensi Masuk Indonesia

Dr. Tedros Adhanom, General Director WHODirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Respon pemerintah China yang melakukan tindakan luar biasa salah satunya adalah dengan membangun rumah sakit khusus untuk menampung pasien yang terpapar virus corona, Huoshenshan Hospital. Pembangunan rumah sakit tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari. Pembangunan di mulai sejak 23 Januari 2020, dan diperkirakan selesai pada 3 Februari 2020.

img_title Ditemukan di Sejumlah Negara, Seberapa Bahaya Varian Baru Virus Corona Pirola?

Pembangunan dilakukan di sekitar Danau Caidian Zhiyin, Wuhan. Luas wilayah yang dibangun mencapai 25ribu meter per segi. Rumah sakit tersebut dirancang untuk mampu menampung 1.000 pasien. Bangunan pertama dari rumah sakit tersebut selesai dalam 16 jam.

"Kami berpacu dengan waktu. Bangunan pertama dari rumah sakit coronavirus Wuhan, Rumah Sakit Huoshenshan, selesai dalam 16 jam," demikian disampaikan Wakil Direktur Jenderal Departemen Informasi Kemlu China, lijian zhao, dalam akun Twitternya, @zlj517, Senin, 27 Januari 2020.

img_title Jill Biden Kembali Positif COVID-19, Segera Isolasi Mandiri di Rumah

China juga pernah membangun rumah sakit dalam waktu cepat ketika wabah SARS merebak pada 2003 lalu. Saat itu China membangun rumah sakit Xiaotangshan dalam waktu tujuh hari.

Upaya China membangun rumah sakit untuk mengatasi pandemi berhadapan dengan fakta bahwa virus tersebut telah bermutasi dan mampu melakukan penularan dari manusia ke manusia. Pejabat kesehatan di China mengatakan, awalnya virus tersebut dibawa oleh kelelawar, yang menularkannya pada ular.

Selanjutnya terjadi penularan dari ular ke manusia. Dan belakangan, virus tersebut bermutasi dan mampu menularkan dari manusia ke manusia. Sumber dari hewan ini yang membuat pejabat kesehatan China menetapkan pasar seafood Huanan sebagai 'ground zero,' atau titik pertama terjadinya penularan virus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penanganan Berbeda Negara Terpapar

Setelah WHO menyatakan status darurat kesehatan global, pemerintah China melaporkan perkembangan terbaru penyebaran virus corona. Hingga Jumat, 31 Januari 2020, korban tewas akibat virus corona mencapai 213 orang. Semuanya warga China. Sedangkan jumlah korban yang terinfeksi mencapai 9.816 kasus. Adapun negara yang mengonfirmasi adanya penemuan virus corona di wilayah mereka sudah mencapai 21 negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut