- tvOne
Dalam jumpa pers di Jenewa, Tedros menggambarkan virus corona sebagai "wabah yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan bersinggungan dengan "respons yang belum pernah terjadi sebelumnya. "WHO juga memuji respon pemerintah China yang menurut mereka telah melakukan tindakan yang luar biasa.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus
Respon pemerintah China yang melakukan tindakan luar biasa salah satunya adalah dengan membangun rumah sakit khusus untuk menampung pasien yang terpapar virus corona, Huoshenshan Hospital. Pembangunan rumah sakit tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari. Pembangunan di mulai sejak 23 Januari 2020, dan diperkirakan selesai pada 3 Februari 2020.
Pembangunan dilakukan di sekitar Danau Caidian Zhiyin, Wuhan. Luas wilayah yang dibangun mencapai 25ribu meter per segi. Rumah sakit tersebut dirancang untuk mampu menampung 1.000 pasien. Bangunan pertama dari rumah sakit tersebut selesai dalam 16 jam.
"Kami berpacu dengan waktu. Bangunan pertama dari rumah sakit coronavirus Wuhan, Rumah Sakit Huoshenshan, selesai dalam 16 jam," demikian disampaikan Wakil Direktur Jenderal Departemen Informasi Kemlu China, lijian zhao, dalam akun Twitternya, @zlj517, Senin, 27 Januari 2020.
China juga pernah membangun rumah sakit dalam waktu cepat ketika wabah SARS merebak pada 2003 lalu. Saat itu China membangun rumah sakit Xiaotangshan dalam waktu tujuh hari.
Upaya China membangun rumah sakit untuk mengatasi pandemi berhadapan dengan fakta bahwa virus tersebut telah bermutasi dan mampu melakukan penularan dari manusia ke manusia. Pejabat kesehatan di China mengatakan, awalnya virus tersebut dibawa oleh kelelawar, yang menularkannya pada ular.
Selanjutnya terjadi penularan dari ular ke manusia. Dan belakangan, virus tersebut bermutasi dan mampu menularkan dari manusia ke manusia. Sumber dari hewan ini yang membuat pejabat kesehatan China menetapkan pasar seafood Huanan sebagai 'ground zero,' atau titik pertama terjadinya penularan virus.
Penanganan Berbeda Negara Terpapar
Setelah WHO menyatakan status darurat kesehatan global, pemerintah China melaporkan perkembangan terbaru penyebaran virus corona. Hingga Jumat, 31 Januari 2020, korban tewas akibat virus corona mencapai 213 orang. Semuanya warga China. Sedangkan jumlah korban yang terinfeksi mencapai 9.816 kasus. Adapun negara yang mengonfirmasi adanya penemuan virus corona di wilayah mereka sudah mencapai 21 negara.