SOROT 375

Melawan Keterbatasan

Dedi Afrianto, penyandang tunanetra
Sumber :
  • Istimewa

Di perusahaan ini, Dedi pernah menduduki jabatan sebagai Manajer Divisi Bisnis yang membawahi HRD, Finance dan Bagian Umum. Putra mengatakan, posisi itu diberikan kepada Dedi karena ia menilai, kinerja bawahannya itu bagus dan di atas rata-rata.

img_title Penyandang Disabilitas di Kulonprogo Dapat Pengobatan Gratis

“Saya pernah menaikkan gajinya dua kali lipat dalam waktu tiga bulan,” ujar ayah tiga anak ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, Dedi diminta Putra untuk menjadi konselor HRD di Pariwara pada 2013. Karena kinerjanya dinilai bagus, Dedi naik jabatan menjadi  Asisten Manajer Divisi Bisnis pada 2014. Tak Berselang lama, Dedi pun ditunjuk menjadi Manajer Divisi Bisnis pada awal 2015. 

img_title Beda Disabilitas Anak dengan Keterhambatan Psikologi

“Saya tidak pernah menganggap Dedi memiliki kekurangan. Bahkan, saya sering lupa kalau dia buta,” ujar Putra seraya tertawa.

Modal Nekat

img_title Joko Widodo Menjahit di Kantor Dinas Sosial

Saat ditanya masa lalunya, mimik muka Dedi langsung berubah. Ia terdiam dan menghela nafas panjang. “Saya buta saat menginjak usia tiga puluh tahunan,” ujarnya mengawali perbincangan.

Dedi mengatakan, proses kebutaan yang ia alami terjadi secara perlahan. Awalnya, ia masih bisa melihat dengan bantuan kacamata.

Namun, lama kelamaan penglihatannya semakin menurun. Puncaknya, ia mengalami buta total di usia 35 tahun. “Menurut dokter, syaraf saya terganggu,” ujar Dedi.

Dedi langsung lunglai demi mengetahui vonis dokter. Saat itu, ia merasa hidupnya sudah berakhir. “Saya frustasi dan depresi. Saya merasa tak berguna,” ujar dia saat mengenang.

Kehidupan Dedi langsung berubah. Ia kehilangan pekerjaannya sebagai asisten dosen dan staf di kantor akuntan publik.

Tak hanya itu, perangai Dedi pun berubah. Ia menjadi sensitif, temperamental dan gampang marah.

Tak jarang, istrinya menjadi korban kemarahannya sehingga memicu pertengkaran. “Saya mengalami kondisi seperti itu hingga tiga tahun,” ujar suami Desmiati ini menambahkan.

Desmiati (41) pun membenarkan. Setelah mengalami kebutaan, suaminya memang berubah.

Menurut dia, Dedi menjadi pemarah dan temperamental. Tak hanya itu, Dedi juga jadi sensitif dan mudah tersinggung. Akibatnya, mereka sering terlibat cekcok dan pertengkaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Padahal saya tidak pernah mempersoalkan kondisinya yang buta,” ujar Desmiati kepada VIVA.co.id, 17 Desember 2015.

Wanita yang akrab disapa Desi ini menambahkan, sejak buta Dedi memilih berdiam di rumah. Sementara, ia yang bekerja untuk menghidupi keluarga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut