Sekolah yang Memerdekakan

TechnoNatura menerapkan  prinsip empat sifat Nabi Muhammad SAW dan delapan sifat dasar yang diutamakan dalam ajaran Islam.
TechnoNatura menerapkan  prinsip empat sifat Nabi Muhammad SAW dan delapan sifat dasar yang diutamakan dalam ajaran Islam.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Endah Lismartini

Pilihan sekolah alternatif juga diakomodir oleh pemerintah, melalui Peraturan Menteri Nomor 99 tahun 2004. Menurut Direktur Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Kesetaraan Depdiknas, Erman Syamsudin, keberadaan sekolah alternatif diberi ruang yang luas. Bahkan jika bentuknya home schooling, dimana anak-anak hanya akan menghadapi ujian kesetaraan Paket A, B, atau C, maka negara tetap mengakuinya.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/05/56da11b9ace34-sanggar-alam-di-nitiprayan-kecamatan-kasihan-kabupaten-bantul-yogyakarta_663_382.jpg

Aktivitas remaja di Sanggar Alam (Salam) di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Mengedepankan sekolah pada kearifan lokal. “Ngerti, ngroso, nglakoni,” atau mengerti, memahami, dan menjalankan.

Bambang Wisudo, pengamat sekolah alternatif menyambut tumbuhnya sekolah-sekolah alternatif sebagai pilihan agar orang tua bisa menemukan basis pendidikan yang pas bagi anak-anaknya. “Desain konvensional menjadikan satu sekolah seolah cocok dengan semua jenis anak. Padahal anak punya karakteristik yang berbeda-beda,” kata dia. 

Bambang menyarankan agar sekolah alternatif diberi ruang sebesar-besarnya untuk terus tumbuh. Namun ia menekankan agar sekolah alternatif menjadi sekolah yang memerdekakan. “Nilai-nilai yang ditanamkan bukan kompetisi tapi kebersamaan, sekolah alternatif tapi mengajarkan anaknya berkompetisi, dengan diberi bintang, hadiah,  dan mengajarkan agama fundamentalis, juga mudah mendoktrin anak-anaknya secara gagasan, itu  bukan sekolah alternatif,” ujar Bambang.

Menurut dia, tidak bisa dikatakan anak-anak di sekolah alternatif akan lebih pintar, tapi mereka lebih merdeka. “Kalau pintar kan kepintaran macam-macam, tidak bisa diseragamkan. Anak pintar di matematika, tapi kurang di kesenian, sifatnya  manusia macam-macam. Biarkan anak tumbuh sesuai kepribadiannya,” lanjut Bambang.

Bagi orang tua yang mendambakan pendidikan yang memerdekakan anak mereka, lanjut Bambang, sekolah-sekolah alternatif seperti ini layak menjadi pilihan. Prinsipnya, biarkan anak menjadi dirinya sendiri, dan merdeka dari tekanan pendidikan yang serba menuntut, membandingkan, dan membebani. (ren)