SOROT 386

Sekolah yang Memerdekakan

TechnoNatura menerapkan  prinsip empat sifat Nabi Muhammad SAW dan delapan sifat dasar yang diutamakan dalam ajaran Islam.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Endah Lismartini

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/05/56da11b9ace34-sanggar-alam-di-nitiprayan-kecamatan-kasihan-kabupaten-bantul-yogyakarta_663_382.jpg

img_title Garis Keturunan Demiane Agustien, Pemain Arsenal yang Bakal Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Aktivitas remaja di Sanggar Alam (Salam) di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Mengedepankan sekolah pada kearifan lokal. “Ngerti, ngroso, nglakoni,” atau mengerti, memahami, dan menjalankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang Wisudo, pengamat sekolah alternatif menyambut tumbuhnya sekolah-sekolah alternatif sebagai pilihan agar orang tua bisa menemukan basis pendidikan yang pas bagi anak-anaknya. “Desain konvensional menjadikan satu sekolah seolah cocok dengan semua jenis anak. Padahal anak punya karakteristik yang berbeda-beda,” kata dia. 

img_title Samsung Galaxy A07 vs nubia A76: HP Murah Mana yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?

Bambang menyarankan agar sekolah alternatif diberi ruang sebesar-besarnya untuk terus tumbuh. Namun ia menekankan agar sekolah alternatif menjadi sekolah yang memerdekakan. “Nilai-nilai yang ditanamkan bukan kompetisi tapi kebersamaan, sekolah alternatif tapi mengajarkan anaknya berkompetisi, dengan diberi bintang, hadiah,  dan mengajarkan agama fundamentalis, juga mudah mendoktrin anak-anaknya secara gagasan, itu  bukan sekolah alternatif,” ujar Bambang.

Menurut dia, tidak bisa dikatakan anak-anak di sekolah alternatif akan lebih pintar, tapi mereka lebih merdeka. “Kalau pintar kan kepintaran macam-macam, tidak bisa diseragamkan. Anak pintar di matematika, tapi kurang di kesenian, sifatnya  manusia macam-macam. Biarkan anak tumbuh sesuai kepribadiannya,” lanjut Bambang.

img_title Sudaryono: Konsumsi Protein Anak Naik Hampir 80% Berkat MBG

Bagi orang tua yang mendambakan pendidikan yang memerdekakan anak mereka, lanjut Bambang, sekolah-sekolah alternatif seperti ini layak menjadi pilihan. Prinsipnya, biarkan anak menjadi dirinya sendiri, dan merdeka dari tekanan pendidikan yang serba menuntut, membandingkan, dan membebani. (ren)

Zahratul Fauziah lebih memilih homeschooling, agar bisa lebih leluasa menggali potensinya.

Mereka Memilih Sekolah di Rumah

Anak tak bisa dipaksa belajar di sekolah. Di rumah kreativitas terasah

img_title
VIVA.co.id
5 Maret 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut