SOROT 395

Kebebasan Setengah Hati

Aksi Jurnalis di Hari Buruh
Sumber :
  • ANTARA/Jojon

Jadi dianggap sebagai suatu penghambat. “Tapi itu perlu dikaji lagi. Jadi, laporkan saja. Satu per satu dievaluasi oleh kita per kasus dilaporkan kepada kami, sehingga menjadi bahan evaluasi,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 4 Mei 2016.

img_title Setahun, 39 Kasus Kekerasan Jurnalis Terjadi di Indonesia

Boy mengatakan, kekerasan merupakan musuh bersama, hanya kadang beda perspektif. Bahkan, menurut dia, kepolisian melakukan proses hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Wartawan dilandaskan masalah kebebasan. Di satu pihak ada pertimbangan lain. Misalkan pemutaran film PKI. Kata wartawan bebas dong. Tapi ada kepentingan lain yang harus kita perhatikan,” ujarnya berdalih.

img_title Ketua AJI: Perbedaan adalah Hak Warga Negara

Salah seorang warga, Aldy (26) mengatakan, masih ada intimidasi yang dialami wartawan. Menurut dia, kadang ada hal-hal penting yang harus diberitakan jadi susah gara-gara intimidasi tersebut.

“Saya pernah baca berita terkait reklamasi. Saat pulau-pulau yang hampir jadi mau diambil gambar tidak boleh. Dan banyak yang lain-lain pernah saya tonton dan baca,” ujarnya.

img_title Masyarakat ASEAN Belum Bebas Akses Informasi

Ia mendesak pemerintah menuntaskan kasus-kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. “Setiap kasus yang merenggut nyawa orang harus diselesaikan. Terlebih orang yang menyampaikan kebenaran.” Selain itu, ia meminta agar ada tindakan tegas kepada pelaku yang melakukan intimidasi maupun kekerasan terhadap pers.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendapat senada disampaikan Andi (29). Warga Jakarta ini mengatakan, masih ada wartawan yang mengalami intimidasi dan kekerasan.

Menurut dia, hal Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Menurut dia, kekerasan yang menimpa jurnalis karena masih ada orang yang tidak memahami kebebasan pers dan demokrasi. “Pemerintah harus hadir. Harus melindungi kemerdekaan pers.”

Aktivitas fotografer atau pewarta foto

Hari Kebebasan Pers Dunia, Jurnalis Makin Terancam

Para pemimpin politik dunia abai bahwa pers termasuk pilar demokrasi.

img_title
VIVA.co.id
3 Mei 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut