SOROT 438

Kembalinya Kegembiraan Masa Kecil

Sejumlah murid sekolah dasar memainkan permainan anak tradisional Maluku, Toki Gaba-gaba, di arena Pameran Hari Pers Nasional (HPN) dan Maluku Expo 2017, Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Embong Salampessy

VIVA.co.id – 

img_title Mirip Banget! 5 Permainan Squid Game 2 Ini Ada di Indonesia

Yo pro konco dolanan ning jobo
Padang bulan, padange koyo rino
Rembulane sing ngawe-awe
Ngelingake ojo podo turu sore

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ayo kawan-kawan kita bermain di luar
Terangnya bulan, seperti siang hari
Bulan seperti memanggil-manggil
Mengingatkan untuk tidak tidur sore hari

img_title Kampung Lali Gadget, Bikin Anak-anak Lupakan Gadget dan Beralih pada Permainan Tradisional

Penggalan lirik lagu berbahasa Jawa itu begitu sederhana. Pilihan katanya mudah dinyanyikan anak-anak di masa itu.  

Berisi ajakan untuk bermain dan berkumpul bersama. Ruang terbuka jadi pilihan. Tujuannya tak lain adalah kegembiraan.
 
Ya, bermain adalah dunia gembira. Sebuah ajang kebersamaan untuk berbagai ruang bahagia. 

img_title Cara Starbucks Perkenalkan Kembali Permainan Tradisional Indonesia

Harapan itu sepertinya yang ingin dicapai lewat ajang pameran dan gelar permainan tradisional yang dihelat di Bendara Budaya Jakarta. Mengajak masyarakat untuk menengok dan menyelami kembali ruang gembira lewat permainan anak.

General Manager Bentara Budaya Jakarta, Frans Sartono, dalam materi pengantar pameran bertajuk "Menyelami Kegairahan Masa Kecil" itu menilai, perubahan zaman telah meminggirkan permainan tradisional anak. 

"Boleh dikatakan, permainan anak ini sebagai kekayaan budaya yang nyaris punah," tulis Frans dalam pengantarnya.   

Dan, harapan itu pun sepertinya ingin terus diwujudkan, di saat permainan modern menggempur, seiring pesatnya perkembangan teknologi. Tak ayal, dalam pameran yang berlangsung selama sepekan, 22-28 Februari 2017, ratusan permainan tradisional dipamerkan.

Penyelenggara berharap antusiasme pengunjung untuk "kembali" ke masa kecil. Menyelami kembali kegairahan bermain, berkumpul, dalam ikatan kebersamaan. 

Bagi anak-anak di masa sekarang, tentu saja harapannya adalah mengenal ribuan mainan tradisional di Tanah Air. Tak hanya mengenal, tapi juga memainkannya.

Seperti terlihat pada Selasa 28 Februari 2017. Siang itu, bangunan seluas lapangan futsal sudah ramai dengan puluhan anak. Mereka berkejaran dan berlarian. Berteriak riang. 

Sepatu mereka berdentum dan berdecit, saat beradu dengan lantai keramik berwarna kecokelatan di bangunan itu. Suasana ceria tampak di wajah mereka.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka asyik bermain. Ada juga yang berkelompok di sudut ruang. Suasana riang itu seakan ingin menghidupkan kembali keceriaan yang pernah terjadi di usia mereka, di masa lalu. 

Tak hanya anak-anak, pengunjung dewasa pun cukup antusias. Mereka mencoba untuk memainkan sebagian dari ratusan koleksi mainan tradisional. Mulai dari gasing, perahu klotok, congklak, bakyak, hingga egrang bambu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut