Masuk Pasukan Setan, Prajurit TNI 3 Hari Jalan Kaki 85 Kilometer

VIVA Militer: Pasukan Setan Yonif 315/Garuda.
Sumber :
  • Yonif 315/Garuda

VIVA – Ternyata untuk masuk dalam sebuah lingkungan satuan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan sebuah perkara mudah. Tak peduli apakah itu prajurit bintara, tamtama atau juga perwira.

TNI Pemersatu Anak Bangsa Demi Kemajuan Indonesia

Apalagi untuk bergabung dengan satuan tempur elite infanteri sekelas Batalyon Infanteri 315/Garuda. Karena, semua prajurit TNI yang mau bergabung harus mengikuti sebuah tradisi yang luar biasa berat.

Baru-baru ini ada sebanyak 137 prajurit TNI AD yang masuk ke batalyon yang bermarkas di Gunungbatu, Kota Bogor, Jawa Barat itu. Mereka terdiri dari semua level pendidikan infanteri.

Setelah Pasukan Setan dan Banteng Loreng, Kini Freeport Dijaga Batalyon Raider Elang Kalimantan TNI

Dan 137 prajurit TNI itu harus mengikuti terlebih dahulu tradisi batalyon berjuluk Pasukan Setan itu. Mau tahu apa tradisinya?

Dilansir VIVA Militer dari siaran resmi Yonif 315 Garuda, Senin 1 Februari 2021, sebanyak 137 prajurit TNI harus melakukan longmars alias berjalan kaki menyusuri berbagai rute dan medan yang menantang, mulai dari rute kota, hutan dan juga gunung.

Bukan Kaleng-kaleng, 2 Prajurit Pasukan Setan TNI AD Turun di Pencak Silat Bekasi Championship

Dan tak tanggung-tanggung, prajurit yang akan bergabung itu harus berjalan kaki selama tiga hari untuk menuntaskan misi tradisi yang mengambil jarak sejauh 85 kilometer.

Komandan Yonif  315/Garuda, Mayor Inf Aryo Priyoutomo menyampaikan, tradisi itu berguna untuk mengenalkan prajurit baru dengan nilai-nilai perjuangan satuan, sehingga nantinya dapat menimbulkan rasa bangga tersendiri bagi prajurit TNI yang pernah bergabung dengan batalyon ini.

Photo :
  • Yonif 315/Garuda

"Menumbuh rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap satuan serta malu untuk berbuat pelanggaran yang dapat merusak nama baik satuan," kata Mayor Aryo.

Dalam mengikuti longmars itu, prajurit TNI tidak berjalan dengan tangan hampa. Tapi dibekali dengan ransel dan senjata. Dan yang tak kalah berat, kegiatan ini dilangsungkan dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

"Sikap disiplin yang merupakan napas kehidupan prajurit, harus benar-benar melekat dan menjadi bagian hidup sebagai prajurit," kata Mayor Aryo.

Selain longmars, 137 prajurit TNI yang terlibat juga mendapatkan materi-materi taktik dan navigasi darat. Pokoknya mereka dididik untuk siap fisik dan mental untuk bergabung dengan batalyon yang berada di bawah komando Korem 061/Surya Kencana, Komando Daerah Militer III/Siliwangi.

Perlu diketahui, Yonif 315/Garuda merupakan batalyon yang memiliki rekam jejak luar biasa. Batalyon ini merupakan pasukan penumpas RMS, DI/TII, PKI, GPK Timur-timur, dan GAM Aceh.

Dahulunya Yonif 315/Garuda sangat terkenal di tanah air, yaitu ketika masih bernama Pasukan Setan. Pasukan Setan TNI merupakan nama dari satu kompi prajurit bersenjata yang muncul di wilayah Cirebon, Jawa Barat, dua tahun setelah kemerdekaan RI, tepatnya 20 Agustus 1947.

Seiring berjalan waktu, jumlah personel Pasukan Setan terus bertambah, yang terbanyak datang dari satu kompi pasukan yang berasal dari Banten. Sejak saat itulah Pasukan Setan berganti nama kesatuan menjadi Yon atau disingkat Y Brigade IV Divisi VI/Siliwangi. Dan terbaru berganti nama menjadi Yonif 315/Garuda.

Baca: Pasukan Langit Elite Tempur Kostrad TNI Bergerak Tembus Papua

Ilustrasi TNI

Roadmap Repatriasi Hak Militer Sumber Daya Pertahanan Negara

Roadmap repatriasi hak militer Sumber daya pertahanan negara.

img_title
VIVA.co.id
16 Februari 2024