Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Komitmen ketiga IBM adalah skill. Kembali ke soal contoh mobil sebagai teknologi baru, pekerjaannya kusir maka dibutuhkan sekarang adalah sopir. Dulu yang dibutuhkan pandai besi untuk bikin tapal kuda, sekarang yang dibutuhkan montir. Kebayang enggak pandai besi itu harus belajar mesin, bongkar cara kerja mesin, oli gimana, kopling bagaimana. Kan butuh sklil yang jauh berbeda.Â
Ini yang jadi komitmen IBM, kita akan men-training skill yang ada di pasar saat ini dengan menggunakan cognitive computing di masa depan. Karena enggak sekadar jadi pengguna, harus ada yang bisa melakukan dan menjalankan cognitive computing.Â
![]()
Salah satu produk IBM
Ini bukan hal sederhana lho. Contoh dokter yang biasa analisa belum pakai Watson dan kemudian pakai Watson, kan bedanya sedikit. tapi data scientist kan enggak gampang, kan perlu membaca analisa data, security, strategi security kan enggak gampang dalam dunia digital yang baru. Komitmen IBM untuk buat training di luar di market sehingga kami baru meluncurkan skill academy globally.Â
Untuk semua sklil tersebut, agar orang bisa belaja di-training aplikasikan ilmunya, begitu bisa aplikasikan, IBM akan memberi IBM Batch. Sertifikasi logo ini ini bisa dipakai diakui di industri, bahwa sudah tersertifikasi.Â
Bagaiman cara IBM mentransformasi perusahaan di Indonesia agar going digital ?
Pertama lebih banyak peranan kami yaitu meningkatkan awareness. Boro-boro untuk transform ke digital kalau aware saja tidak. Setelah itu, kami lakukan adalah menjadi katalis perusahaan di Indonesia transformasi ke digital. Katalis itu kan sifatnya mempercepat.
Kalau kami enggak bantu ke arah sana, takutnya perusahaan cuma bilang oh ya bagus, oh ya bener ya masa depan akan seperti ini. Ini jadinya seperti orang bicara di etalase, jadi kayak orang nonton TV, oh ya begini. Begitu film selesai, keluar ruangan mikirnya beda lagi.Â
Kami mau mengambil langkah agar aware, tapi jangan aware saja, coba lakukan sesuatu. Kalau enggak lakukan sesuatu, pelan tapi pasti banyak yang akan melakukannya. Sudah banyak perusahaan yang memakainya.Â