Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Susah enggak? Enggak. Bisa kok. Akhirnya semua aspek harus dihadapkan. Itulah yang menurut saya, perubahan tersebut banyak sekadar yang bilang oh iya bener, tapi enggak ngalamin sendiri, banyaknya oh iya ya, dari apa yang dilakukan kita mendengarkan kemudian apa yang diubah, berapa banyak.
Kenapa tidak? Yuk kita implementasi duluan sebelum pemain itu dengan sistem di negara mereka masuk ke Indonesia. langsung mulai dengan konsep mereka, tak lagi mereka ke sini enggak pakai cara buka toko, cara mereka sesuai dengan apa yang diterapkan di sana.Â
Karena Indonesia secara umum dengan demografi masih banyak muda usianya penduduknya, dan enggak gagap teknologi, sudah siap.Â
We want to see more Indonesian taking more initiative. Itu tujuannya kami melakukan banyak langkah, salah satunya kami gandeng decoding developer community untuk edukasi, bicara CIO level, seminar, edukasi gaining insight dunia nya mengarah ke sana. Begitu itu, siapa yang bikin, itu tujuan kami lakukan untuk training.
Mustahil kami lakukan hal ini sendirian harus ketemu banyak elemen. Kami ambil inisiatif cuap-cuap duluan. Making movement kan enggak gampang, harus ada yang mulai duluan. Menjadi orang gila duluan deh, yang diomongin orang. Orang lain bilang, orang ini ngapain?
Ini potret pasar hari ini. Apa yang kami lakukan teman saya yang tadinya enggak lah itu nanti enggak lama teman saya langsung bilang, mari kita bicara soal Watson. Artinya mulai kerasa, ini contoh. Dia enggak sekadar fancy doang, tapi juga ada mau ambil langkah, Ini progres. I hope this is actually tumbuh dan menjamur nantinya.Â
Selanjutnya...Dukungan UKM Lokal
Dukungan UKM Lokal
Apa dukungan IBM untuk startup dan UKM lokal?
Kita meng-enabler program global. Kita punya program startup dengan bisa IBM cloud, beri kredit program dari US$10 ribu sampai 250 ribu setahun. Kami bisa berikan grant-nya untuk perusahaan tersebut.
Tapi lucunya, kita kasih pun enggak bisa dimanfaatkan. Karena belum tahu pakainya, lain halnya kalau kami lakukan di India, mereka bisa pakainya.Â