Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Karena banyak call center bakal gede. Kan banyak call center mengarah ke efisiensi. Yang perlu dijawab manusia kan call center pilih menu pencet nomor satu untuk apa nomor dua untuk apa. Ini kan untuk sortir. Kebayang enggak kalau call center menangani pertanyaan yang sepele, misalnya soal diskon jadinya kan enggak produktif.
Pertanyaan sederhana bisa dijawab oleh sistem, tapi manusia kan maunya komunikasi dong enggak sekadar pencet sini pencet nomor ini. Yang manusianya akan tangani kalau ada komplain kompleks itu ditangani manusia. tujuannya di situ.Â
Cognitive computing untuk diterapkan pada birokrasi, bagaimana gambarannya?
Ada banyak hal. Departemen di Singapura sudah pakai untuk call center, baik itu aduan dan tanya jawab (QnA). Kadang kan enggan males nanya kepada petugas, jadi nanya ke Watson. Tinggal aplikasinya dari call center, ada yang lain untuk tax untuk bisa lihatin transaksi segala macem. Pemerintah kan juga ada kaitannya dengan cyber security, pasti kalau masuk digital tidak terlepas dengan cyber security.Â
IBM juga punya proyek untuk, banyak memperkuat area cyber security dikaitkan dengan Watson. Sebab pattern yang mau melanggar, yang ngapaian aneh-aneh lewat security kan bukan orang bodoh, yang dihadapi kan itu orang pinter. Sering kali untuk identifikasi itu enggak gampang. Cenderung persentase jebol dari internal bukan eksternal. Bagaimana identifikasi dari internal kalau enggak pakai sistem.Â
Contoh sederhana dalam sebuah perusahana multinational, dalam satu kuartal rata-rata itu ada miliaran event potensi threat. Contohnya handphone terkoneksi dengan WiFi perusahaan, email perusahaan atau apapun. Ini sudah harus dijaga, belum kalau saya masuk ke rumah akses jaringan perusahaan. Apakah itu ada enggak perusahaan yang menyetop semua akses koneksi dari luar, enggak ada kan, enggak efisien.Â
Hal ini membuat tingkat kompleksitas perusahaan menjaga security itu makin tinggi sekali. Karena employ-nya mobile di banyak tempat, sementara aksesnya harus mudah kan untuk saat ini. Jadi ini antara kemudahan dan security sering tarik-tarikan.Â
Jadi harusnya perusahaan fleksibel koneksi tapi harus tetap secure. Dari miliaran event loh ini per tiga bulan, dari itu harus disaring disaring potensi threat yang real threat, maka yang bisa di-takcle berapa yang lolos, area mana yang lolos. Kita enggak punya banyak data loh berapa banyak yang bisa masuk threat. Jadi bisa mendeteksi dan merekomendasi (threat) akan sampai ke sana.