Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Dan negara tetangga perusahaannya itu duluan masuk ke sana. Kalau sudah duluan, begitu masuk ke Indonesia, mereka tinggal jualan saja. Nah masuknya ke Indonesia dengan otot yang sudah siap.Â
Bagaimana tingkat awareness-nya perusahaan-perusahaan nasional?
Masih banyak perlu yang dilakukan karena memang enggak gampang. Yang namanya perubahan itu menakutkan, itu contoh tadi. Termasuk di skala perusahaan.Â
Kasarnya begini, kalau mau meningkatkan penjualan, ya tambah gerai toko, nambah pramuniaga, mobil untuk kirim barang lebih cepat, nambah iklan.Â
Tapi enggak berpikir, apa yang perlu dilakukan. Kalau kita bisa berinteraksi dengan konsumer secara lebih baik, lebih cepat lebih efisien murah, gimana caranya.Â
Enggak laku teknologi, kita ngomongnya adalah new way of everythings, new way of world, new way of engagement with client. All is new way.Â
Dalam hal tertentu banyak service sudah melakukannya berbeda, lewat mobile apps. Banyak setelah lihat orang banyak niru, sebelumnya mana orang kepikiran.Â
Nah tantangannya bagaimana caranya yang mikirin ide-ide itu adalah dari perusahaan lokal agar adaptasinya cepat. Kalaupun mau niru, tirulah dan modifikasi sesuai kebutuhan Indonesia. Impementasikan.Â
ini contoh sederhana, salah satu perusahaan retail terbesar di AS mencanangkan dari tahun lalu dan implementasikan tahun ini, salah satu retail store-nya enggak pakai chek in check lagi, enggak pakai mesin kasir. Masuk, ambil, keluar bayar lewat mobile system. Kurang dari setahun, saingannya perusahaan di China bikin convinient store atau minimarket, enggak pakai kasir, pakai scan doang dengan kepentingannya mereka.Â
Saya juga baru ketemu dengan teman yang bisnis pulang pergi ke Singapura, seperti di AS, Singapura lagi dipraktekkan tuh retail store yang enggak pakai kasir. Cepat kan itu. Khawatir enggak negara seperti Tiongkok pekerjaan kasir hilang, dicari pekerjaan, training pekerjaan baru antisipasi. Adaptasi tapi berani berubah. Itu lah intinya berani berubah dan antisipasi perubahan dan lakukan langkahnya.Â
Tapi kenapa sih, Indonesia tahu kok sama sama dengar kok, apa yang dilakukan di AS, kenapa Singapura bisa.