Presiden Direktur PT IBM Indonesia, Gunawan Susanto

Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan

Direktur Utama IBM Indonesia, Gunawan Susanto.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis

Tapi juga bisa menjadi kesempatan agar dokter yang pengalaman mereka bisa berinteraksi dengan data yang lebih akurat, sehingga mereka bisa kayak dialog. Kenapa Watson menganjurkan begini menganjurkan hal ini, kenapa tes yang dianjurkan ini.

img_title Kirim Uang ke Luar Negeri Lebih Cepat dengan Blockchain

Ini kan seperti kita ngrobrol. Kalau teman ngobrol enggak ngerti ya enggak ada gunanya kan. Tapi kalau teman ngobrol mengerti, kita akan bisa dibikin mengerti. Nah kalau sama-sama mengerti ketemu, akan lebih kaya diskusinya. Jadi lebih bagus lagi. That exactly tujuannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan bukan cuma di onkologi, sekarang sudah banyak rumah sakit di dunia yang sudah pakai. Indonesia belum sih. Selain onkologi, dipakai insurance. Mereka pelajari waktu orang mengisi form (asuransi), kadang kan suka isi form-ya, diidentifikasi berdasarkan pekerjaan, Watson akan nanya berdasarkan preferensi sehingga bisa dianjurkan produk yang sesuai. 

img_title Mengenal Aplikasi Teman Kanker

Bisa juga dipakai untuk orang klaim asuransi, datanya kan banyak sekali, bagaimana untuk mengidentifikasi. 

Contoh lainnya, saat memberikan kredit. Saat beri kredit kan kalau kita cuma ngeceknya pekerjaan, Sistem Informasi Debitur di central bank kelayakannya survei ke rumah. Tapi kan informasi supaya dilakukan lebih cepat, kebayang jumlah polis yang harus dicek itu banyak sekali, bagaimana caranya agar bisa cepat. Itu kan perlu ada sistem yang membantu. Bukan untuk me-replace manusia ya. 

img_title Diolok-olok Negara Lain soal Karhutla, Prabowo akan Buka Data Perusahaan Asing: Cabut Izinnya!

Tapi dengan adanya sistem yang membantu, orang lebih cepat. Hal yang sederhana bisa di-approve langsung, tapi kalau yang berbeda bisa dikasih ke orangnya. Ini bantu sortirin dulu. Produktivtasnya jadi lebih tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain bidang finansial, cognitive computing juga dipakai bidang fesyen untuk memahami peta retail behaviour dan lainnya. Retail, supply chain banyak dipakai, bisa banyak hal dipakai. 

Karena kami percaya, kalau dunianya akan kognitif, semua aspek bisa menjadi kognitif. Kemarin saya dikasih ke teman, ada yang bikin app, stock by watch, untuk beli saham, ngerti profil kita untuk mengetahui profilnya saham yang sesuai seperti apa, apa kira-kira menarik tidak, kalau enggak kita cari sendirinya fundamentalnya bagaimana sahamnya. Ada yang di uar sana maka menyokong traveling dan call center juga. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut