Presiden Direktur PT IBM Indonesia, Gunawan Susanto

Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan

Direktur Utama IBM Indonesia, Gunawan Susanto.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis

Kombinasi semua ini ini membuat kita melihatnya bahwa this is just beginning, ini baru perubahan awal. Karena yang kita sebut dari deployment sistem yang semuanya as a service, data yang kemudian menjadi new natural resource dan harus di-exploite. Siapa yang bisa punya data maka bisa menang, punya data maka bisa menjadi insight dalam persaingan bisnis bisa menang dan semua orang going to digital itu baru fundamentalnya. 

img_title Saham Zoom Kini Lebih Berharga Ketimbang IBM hingga Boeing

Beberapa tahun terakhir orang bilang harus going to digital, itu kan mobility, sosial media, cloud, big data analytics, semua berlomba-lomba itu bukan sekali saja, seperti tsunami ini baru gelombang pertama. Next wave-nya yang betul mengubah itu adalah cognitive computing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nah IBM ini sejak beberapa tahun lalu lihat tren perubahan ini sehingga berupaya mengubah perusahaannya. Dari IBM kami melihatnya memang suka enggak suka, mau enggak mau, trennya ke arah ke sana, maka awal tahun CEO kami bilang IBM transformasi menjadi perusahaan cognitive cloud company. 

img_title 'Setan' Siber Terus Mengintai Pengguna Internet

Tujuannya agar membuat perusahaan ini menjadi lebih relevan dan terdepan. Karena dilihat dari sejarah 100 tahun sebelumnya. perusahaan ini selalu melihat tren ke depan apa dan yang duluan masuk dan melakukan banyak inovasinya. Jadi memang melihat perkembangan zaman dan ke depannya seperti apa, itu lah alasan IBM kenapa berubah. 

Selanjutnya...Komputasi Kognitif

img_title Mengejutkan, Ancaman Keamanan Siber Melonjak hingga 6.000 Persen

Komputasi Kognitif

Apa pemanfaatan cognitive computing dalam pengelolaan data?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cognitive computing itu kan kita melihatnya, data kan banyak sekali, tapi untuk bisa pertama kali undersnading the data, pertama kali harus dimengerti dulu data itu dulu. Data itu kan berupa picture, video, suara, datanya itu harus dimengerti dulu. Setelah tahu datanya, misalnya ini gambar orang lagi di pantai, karena buat komputer itu cuma gambar bit anda byte. Tapi bagaimana ini bisa melihatnya seperti apa. 

Kedua, setelah mengerti (data) harus bisa memberikan arti, reasoning. Oh konteksnya untuk apa, kalau konteks gambar video dan data harus dilihat konteksnya dalam hal apa. Akan jadi berbeda kalau dilihat dari konteksnya yang berbeda, maknanya akan berbeda kalau di dalam konteksnya berbeda. Enggak hanya bilang, data 4x4 itu matematik, sebab 4x4 dalam dunia otomotif itu artinya four wheel drive. Jadi ngerti dulu, understanding dan kemudian bisa reasoning. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut