Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Selanjutnya...Kecerdasan Komputer Menakutkan
Kecerdasan Komputer Menakutkan
Komputer makin setara kemampuannya manusia. Kalau kecerdasan buatan melebihi manusia bukankah akan menakutkan?
Ketakutan itu wajar, karena namanya manusia tiap teknologi baru muncul akan ada ketakutan. Kita sekarang dengan teknologi mobil baru muncul, kita takut enggak? Enggak kan. Karena itu kan sudah pakai mobil selama berpuluh-puluh tahun.Â
Sekarang coba lihat, pada 1917 di kota Detroit, AS. Cek saja saat itu mobil cuma 65 ribu (unit) tapi mobil dianggap menakutkan, sebab kecelakaannya meningkat menjadi 7 ribu dalam setahun.
Karena dulu kan naik kuda, naik kereta kuda berubah jadi mobil. Mobil muncul dianggap menakutkan dan scary buat manusia, untuk menyeberang jalan orang saja jadi takut, sebab dulu nyeberang yang tadinya asal, tinggal nyeberang, karena pakai kuda.Â
Belum mobil makin banyak, makin kencang dan berseliweran, kalau kuda kan sembarangan saja enggak aturannya, kompleks. Terus apa yang terjadi? apakah orang saat itu enggak jadi pakai mobil? tidak kan. Buktinya orang tetap pakai.Â
Yang dilakukan apa, dibuat aturan. Kalau di persimpangan pakai lampu merah, gantian majunya. Coba kebayang kalau enggak ada aturan sederhana. Di AS lebih canggih meski tanpa lampu merah. Semua orang AS tahu, kalau di persimpangannya, di sana, lihat kanan dulu. Itu orang AS sudah tahu kalau simpangan tak ada lampu merah, dan lihat kanan dulu, baru jalan.Â
Kebayang saat orang AS pertama kali datang ke Jakarta, dia bilang bahaya sekali kan jalanan di Jakarta.
Jadi pakai konsep yang sama, look at the technology, karena ini hal baru masih, banyak yang belum mengerti dan belum dibikin aturannya, orang akan merasa takut berlebihan. Tapi perasaan itu wajar. Yang harus dilakukan itu bagaimana melakukan regulasi dan normanya.Â
Terkait dengan norma, itu yang membuat IBM, kami juga declare bahwa prinsip inovasi teknologi IBM dalam cognitive computing itu ada tiga hal.Â
Pertama, tidak untuk me-replace, tidak menggantikan manusia. Tapi mau meng-augment human intelligent, maksundya membuat mempelajari kebiasaan yang bagus-bagusnya, dan biarkan mesin yang melakukannya repetitifnya. Karena kita tahu manusia ada beberapa hal yang exellent, dalam beberapa hal dan itu tak tergantikan. Misalnya untuk leadership, common sense, judgment moral, creativity. Karena pilihannya semua enggak semua 1+1 itu dua.Â