Mengapa Awan Terlihat Mengambang?

Ilustrasi awan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno - Apabila melihat ke arah langit, kita mungkin melihat awan seperti istana es krim di udara. Tapi mengapa benda itu terlihat seperti melayang di udara dan apakah benar-benar mengambang? Dan jika demikian, apa yang membuat mereka tetap tinggi? 

img_title Awan Tebal Diprakirakan Selimuti Kota-kota Besar di Indonesia Hari Ini

"Ini semacam ilusi. Ini tidak seperti ada bantal atau sesuatu yang secara ajaib melayang di udara," ujar Alex Lamers, seorang ahli meteorologi di National Weather Service.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awan adalah kumpulan tetesan air dan kristal es. Tetesan ini terbentuk di sekitar inti kondensasi awan, yang bisa menjadi setitik debu atau garam. Ketika awan sarat air menjadi terlalu berat, presipitasi jatuh sebagai hujan, salju, atau hujan es. Tetapi bahkan sebelum hujan turun, tetesan ini menuju Bumi, meskipun dengan kecepatan yang santai.

img_title Pemerintah Pastikan Awasi Titik Api, Cegah Polusi Asap Lintas Negara

"Mereka jatuh sangat, sangat, sangat lambat. Apa pun yang jatuh ke Bumi mencapai apa yang dikenal sebagai kecepatan terminal, atau kecepatan tercepatnya saat jatuh bebas. Kecepatan terminal terjadi ketika gaya seret dari udara melawan gravitasi dengan sempurna," jelasnya.

Tetesan air sangat ringan sehingga kecepatan terminalnya sangat lambat - antara 60 dan 120 kaki per jam (18 hingga 36 meter per jam) untuk tetesan dengan radius 5 hingga 10 mikron. Karena awan biasanya setinggi ribuan kaki di atmosfer, pergeseran kecil ke bawah ini tidak terlihat oleh mata.

img_title Hati-hati! Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia

Ukuran rata-rata tetesan air awan lebih kecil dari jari-jari rambut manusia. Tapi ada sesuatu yang melawan penurunan yang lambat itu, di situlah ilusi muncul. Aliran udara yang naik ke atas membuat tetesan yang menyatu tetap tertahan, bahkan saat perlahan-lahan jatuh. 

Itu tampak mengapung karena pada dasarnya jatuh dengan kecepatan lebih lambat, dari atau sama dengan kecepatan updraft di awan, melansir dari situs Live Science, Rabu, 26 Juli 2023.

Tutupan awan di sekitar Gunung Rinjani, NTB.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Satria Zulfikar (Mataram)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi negeri di atas awan.

Photo :
  • ANTARA/Wahyu Putro

Tapi bukan hanya jatuh dan bangun secara bersamaan. Sementara awan muncul pada ketinggian yang relatif tetap, mereka berfluktuasi saat udara yang naik berbaur dengan tetesan saat mengembun dan menguap. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut