SOROT 486

Meniti Jalan Pedang

Seorang bayi yang baru lahir pada 29 Januari 2018, tidur di dalam inkubator di rumahnya di Kampung Dayeuh Desa Sukanegara, Jonggol, Bogor, Jawa Barat, 31 Januari 2018.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Tabung oksigen beragam ukuran tampak berjajar di pojok ruangan. Tabung-tabung ini berbagi tempat dengan meja dan sofa di ruang tamu seluas separuh lapangan tenis meja. Sementara, deretan kursi roda dan sejumlah inkubator menghias ruang tengah. Tak hanya itu, di dalam salah satu kamar, kruk, walker dan beragam jenis tongkat berebut tempat dengan tumpukan kardus dan boks plastik.

img_title Jangan Diabaikan, Ini Faktor Risiko Bayi Lahir Prematur

Ini bukan klinik atau salah satu ruangan di rumah sakit. Beragam peralatan kesehatan ini berada di rumah warga, tepatnya di Perumahan Citra Indah, Bukit Mahoni Luar Blok S.00 no.78, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejak tiga tahun lalu, Bonaventura Zita Enny Wati (51 tahun) dan Lukas Lugi Riyandi (46 tahun) menyulap rumah mereka menjadi ‘gudang’ alat-alat kesehatan. Pasangan suami istri ini menjadi agen relawan peminjaman inkubator gratis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pagi itu, Lukas Lugi Riyandi terlihat sedang membersihkan salah satu inkubator. Pria yang akrab disapa Lugi ini terlihat lincah membongkar alat ‘penghangat’ bayi tersebut. Menggunakan kain lap yang sudah disemprot disinfektan, ia membersihkan inkubator yang diletakkan di atas meja. Semua sisi dan titik di inkubator tersebut tak lepas dari sapuan tangannya, mulai dari alasnya yang terbuat dari kayu hingga acrylic penutupnya yang mirip kaca.

img_title Curhat Arumi Bachsin Besarkan Anak yang Lahir Prematur: Penuh Tantangan dan Emosi!

“Hari ini ada warga yang meminjam inkubator,” ujarnya saat VIVA berkunjung ke rumahnya, Rabu 31 Januari 2018.

Lugi menuturkan, ia dan istrinya menjadi relawan inkubator sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada 3 Februari 2015. Pemicunya adalah ketika ada salah satu anak tetangganya yang lahir prematur dan meninggal karena tak punya biaya untuk perawatan.

img_title Innalillahi! Perempuan di Sragen Melahirkan saat Latihan Silat, Bayinya Meninggal

“Tetangga kami adalah keluarga tak mampu. Singkat cerita, ketika dia melahirkan bayi prematur, keluarganya tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit. Penanganannya terlambat dan bayinya tidak tertolong. Itu yang menggerakkan kami,” ujarnya mengenang.

Kisah Relawan Inkubator, Penyelamat Bayi Prematur

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agen relawan inkubator Lukas Lugi Riyandi sedang membersihkan inkubator, Rabu, 31 Januari 2018. (VIVA/Ali Wafa)

Setelah ada kasus tersebut, Lugi dan istrinya mencoba mencari kontak dan menghubungi Prof. Dr.Ir Raldi Artono Koestoer DEA. Guru Besar Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini merupakan pionir gerakan peminjaman inkubator gratis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut