SOROT 562

Dari Tolak Bala hingga Cari Nafkah

Ondel-ondel Betawi di Festival Pesona Lokal
Sumber :
  • VIVA/Shalli Syartiqa

Mengingat fungsinya yang sekarang sudah berubah, dia menyarankan sebaiknya seniman ondel ondel dibina secara serius oleh instansi terkait. “Jangan hanya mengkritik keberadaan pengamen ondelondel, tetapi kita tidak memberikan solusi yang memadai," ujarnya.

img_title Pramono Larang Ondel-ondel Buat Ngamen, Bakal Turunkan Satpol PP Buat Menindak

Ondel-ondel Betawi di Festival Pesona Lokal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ondel ondel dalam sebuah acara

img_title Pramono: Ondel-ondel Tidak Digunakan untuk Ngamen!

Menurut Ronny, ondel ondel dipakai mengamen tidak masalah. Hanya penampilannya harus diperbaiki. Misalnya, ondel ondel mesti sepasang, ada laki-laki dan perempuan. Peralatan musik yang dibawa mesti lengkap, bukan hanya dari compact disk (CD). Pemain ondel-ondel juga mesti berpakaian rapi dan tidak merokok karena sering ditonton oleh anak-anak.

Ondel ondel ataupun kesenian tradisional lainnya, menurut budayawan dan seniman Betawi, Yahya Andi Saputra, sudah biasa mengamen. Hal itu bahkan terjadi sejak zaman kolonial dahulu. Namun, ada aturannya dan harus tertib.

img_title Pramono: Pelan-pelan Ondel-ondel Dipakai Ngamen Bakal Ditertibkan

Saat ini, pengamen ondel ondel perlu perhatian dari semua pihak. Sebab, aksi yang dilakukan oleh oknum tertentu tersebut hanya mencari keuntungan tanpa mengindahkan kearifan lokal dan pakem. “Itu sesuatu yang membuat kita jengah,” ujar Yahya.

Soal peran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dia menilai, dari sisi pelestarian sudah cukup kuat. Hal itu antara lain karena pemerintah daerah sudah mengajukan ondel ondel sebagai warisan budaya tak benda pada sekitar 2015-2016. Di samping itu, sudah ada peraturan gubernur tentang ondel ondel sebagai ikon.

Namun di sisi lain, Pemprov DKI membiarkan ondel ondel dijadikan untuk mengamen. “Mereka membiarkan anak-anak pengamen menghina dan merendahkan sesuka hati mereka,” ujar Yahya.

Ondel-ondel Betawi.

Ondel ondel

Menurut JJ Rizal, Pemprov DKI Jakarta harus lebih memperhatikan kesenian ondel ondel dengan lebih mengenalkan sejarah ondel ondel. Untuk melestarikan budaya Betawi, termasuk ondel ondel, Pemprov DKI Jakarta perlu menertibkan kekacauan pikiran dan pengertian tentang ondel ondel pada seluruh jaringan bisnis mengamen ondelondel. Terutama tentang arti maknanya sebagai bagian dari tradisi budaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, itu ada standar-standar yang harus dijaga agar tidak terjerumus pada sesuatu yang "asal-asalan". Bahkan menjatuhkan nilai dari ondel ondel sebagai produk budaya.

Pemprov DKI, menurut Ronny, bukan hanya mesti membina dan membantu agar para pemilik ondel ondel mendapatkan rezeki dari hasil sewa. Tapi juga menempatkan ondel-ondel di gedung kantor pemerintahan sehingga city branding Jakarta menjadi kuat warna Betawinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut