Indonesia Jadi Bukti Persatuan dalam Keragaman
- VIVA/M Ali Wafa
Jadi kita melihat kenyataan-kenyataan ini rasanya perlu sesuatu yang secara efektif bisa mengikat orang. Ketika diskusi, kita kemudian berpikir lagu ini kan efektif. Sudah dikenal, hanya saja kita perlu menambah dua stanza sehingga kandungan pesannya yang mau dibawa juga akan melekat. Kayaknya sih pilihan yang bagus karena berapa kali kita bikin acara, suasananya mengharukan. Untuk anak-anak kemudian, 'Gila ya, ternyata ada lanjutannya'. Kebanyakan komentarnya begitu.
Apakah itu cukup untuk mengembalikan rasa nasionalisme warga Indonesia?
Tentu tidak. Tapi paling tidak melalui lagu ini kita mendapat respons yang positif dan ada katakanlah resonansinya secara emosional agar orang memikirkan kembali apa yang pernah dilakukan oleh para pendiri bangsa ini. Mereka bikin lagu dan kalau kita perhatikan cerita-cerita orang di zaman itu, orang dulu itu selfless. Seperti enggak ada kepentingannya dia. Segalanya untuk kepentingan yang lebih besar. Itu yang kita defisit sekarang kan. Sekarang kan semuanya, 'Untungnya buat gue apa?'. Sementara orang dulu enggak begitu cara berpikirnya.
Tentu tidak salah ya mengutamakan kepentingan sendiri, tapi enggak juga terlalu ekstrem lalu melupakan bahwa sebetulnya ada ikatan-ikatan kolektif. Dan itu lagu dan ceritanya W.R. Soepratman itu akan sangat membantu. Orang bisa lihat, hidupnya susah tapi mikirin lagu kebangsaan. Makan aja enggak. Banyak dalam perjalanan republik kita hal besar yang kemudian dipakai sebagai simbol, tali pengikat, lahir dari kesederhanaan semacam itu. Itu buat saya pesan yang kuat sekali untuk mengembalikan paling enggak ingatan. Jadi kalau misalnya ada orang begitu, enggak dianggap aneh.
Nantinya siapa yang akan diwajibkan untuk menyanyikan Indonesia Raya Tiga Stanza?
Kita sudah bikin surat edaran. Jadi setiap hari Senin akan ada upacara bendera dan saat upacara itu, tiga stanza itu yang dinyanyikan. Tapi surat edaran ya. Sifatnya bukan perintah. Kalau perintah harus peraturan menteri. Surat edaran ya imbauan lah. Banyak sekolah sudah menjalankan itu sebenarnya. Mereka bilang bagus, guru-gurunya berpikir ini sesuatu yang baik.