Indonesia Jadi Bukti Persatuan dalam Keragaman
- VIVA/M Ali Wafa
Upaya lainnya?
Terakhir yang ketiga, mengaktifkan hubungan-hubungan antardaerah juga pusat dan daerah di bidang kebudayaan. Kita tahu sekarang festival banyak sekali. Semua kota pengin punya festival, dan enggak cuma satu. Mesti dua, mesti ada yang tiga. Banyuwangi bahkan punya 40. Bagus, walaupun kita lihat kemudian kualitasnya juga sangat bervariasi. Ada yang bagus, ada yang enggak. Hanya saja koneksi di antara satu sama lain kurang. Jadi semua orang menanggung beban besar mengorganisir acaranya sendiri. Kita lihat gejala ini, harusnya ada dong langkah kita untuk menghubungkan. Syukur nanti kalau ada hubungan antara mereka sendiri. Tapi ini perlu kerangka. Kita di sini pakai istilah, perlu platform untuk menghubungkan satu skala ini. Platform ini tempat untuk pertukaran gagasan, pertukaran orang juga. Seniman dari Bali bisa pergi ke Sumatera, Sumatera bisa ke Kalimantan dan seterusnya. Kita bisa mengembangkan kualitasnya di tingkat lokal, menambah daya tarik, karena orang nanti akan lihat tidak itu-itu saja. Fokus mungkin kepada beberapa hal tertentu, dan tahun depan itu yang kita lakukan.
Ada satu kerangka namanya Indonesiana tahun 2018 yang sifatnya akan begitu. Saya kasih gambaran ya. Di Solo nanti itu akan ada festival gamelan internasional. Tapi dia bukan sekadar pertunjukan musik. Itu macam-macam karena gamelan pengaruhnya di dunia. Gamelan itu adalah kontribusi Indonesia terhadap perkembangan musik dunia. Musisi-musisi klasik, komposer-komposer musik klasik dunia banyak dipengaruhi oleh gamelan yang dibawa ke Eropa pada abad ke-19. Dan ada banyak karyanya. Nanti tahun depan akan kita kumpulkan juga. Jadi di samping gamelan yang klasik, ada juga konser musik Barat yang dipengaruhi oleh gamelan. Juga musik gamelan ini berpengaruh ke dalam pembuatan film. Pernah nonton Battlestar Galactica enggak? Film zaman dulu banget. Tapi di film itu pakai gamelan Bali yang dibunyikan. Film Jepang utamanya ya. Banyak sekali. Film seperti Akira dan lain-lain. Itu juga mau kita hadirkan.
Jadi banyak nih. Jadi kalau kita berbicara mengenai platform dan dukungan itu, kita tidak menambah festivalnya, tapi menambah bobot dengan memasukkan elemen yang mungkin sebelumnya tidak terlalu terpikir. Kalau dulu festival gamelan hampir selalu pertunjukan musik. Siapa yang nonton? Ya mereka yang suka. Tapi kalau sekarang kita buka platformnya gamelan sebagai intinya tapi juga perkembangannya di berbagai bidang, film, musik klasik, musik Barat, musik kontemporer, musik modern. Orang seperti Bjork, banyak sekali pakai gamelan.