Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid

Indonesia Jadi Bukti Persatuan dalam Keragaman

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Bappenas juga ada perubahan yang juga saya kira cukup signifikan. Tahun lalu malah sempat ada satu seminar khusus hanya tentang kebudayaan. Saya juga diundang, diminta bicara waktu itu. Memperlihatkan juga ya, pergeseran dalam pengertian pandangan dan sikap pemerintah khususnya Bappenas pada perencana pembangunan terhadap sektor kebudayaan ini. Soal kalau enggak ada kementeriannya ya saya juga enggak bisa jawab.

img_title Kemendikbud Dipecah Tiga, Prabowo Tunjuk Abdul Muti, Prof Satryo hingga Fadli Zon jadi Menterinya

Di era globalisasi dan teknologi modern ini, Anda ingin kebudayaan di Indonesia seperti apa?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang penting sekali lagi kita lihat konstitusi ya. Pasal 32 ayat 1 dari UUD kita kan mengatakan bahwa negara memajukan kebudayaan. Itu visinya. Jadi kalau ditanya kebudayaan itu seperti apa? Kebudayaan ya memang arahnya bergerak maju. Ke mana arahnya? Baca lagi pembukaan UUD kita. Melindungi segenap bangsa dan Tanah Air, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan rakyat, kemudian juga turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

img_title Pengembangan Bahasa dan Kebudayaan sebagai Strategi Diplomasi Global

Semuanya sudah terumuskan dengan baik menurut saya. Tagarnya itu. Jadi kita enggak seperti mengulang diskusi. Kalau saya cenderung, balik saja ke apa yang sudah disepakati. Kembali pada konstitusi, ada pembukaan UUD, pasalnya juga sudah jelas. Dan kita bergerak di sana. Visinya tentu harus disesuaikan dengan konteks kita sekarang. Kalau lihat kecenderungan dunia sekarang, kebudayaan, pengetahuan, itu akan memerankan peran yang sangat besar di masa mendatang. Sekarang saja sebenarnya sudah.

Kalau kita lihat anak-anak yang bikin startup, kreatif dan segala macam, semuanya basisnya pengetahuan. Sedikit modal uang. Bahkan ada yang enggak punya duit sebenar-benarnya. Cuma dia modal ide, modal gagasan. 100 tahun lalu, 50 tahun lalu, 30 tahun lalu enggak mungkin itu. Kalau bukan bagian dari mereka yang punya uang. Tapi sekarang orang dengan ide, dengan gagasan, dengan kreativitas bisa jalan. Jadi dengan kata lain, sekarang kita perlukan investasi di bidang itu agar dia bisa betul-betul berkembang. Buat saya, sudah saatnya penyelenggaraan festival, kesenian, segala macam, itu bagian dari yang kita sebut pembangunan di bidang kebudayaan. Tapi bukan segalanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Kemendikbudristek Pastikan Tidak ada Kenaikan UKT untuk Mahasiswa Lama
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut