- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Kenapa masih sedikit sejarawan lokal yang pelajari Jakarta?
Itulah kelemahan kita, saya ada artikel yang mau saya masukan di buku yang akan dicetak ulang. Perhatikan untuk teman-teman yang lain juga, bahwa saya ambil contoh sejarah Batavia, itu punya status yang lebih sulit daripada anda yang sejarah lain. Batavia itu karena iu kota Negara dari dulu sampai sekarang. Jakarta sebagai ibu kota bukan Jakarta sebagai kampung kita, sejarawan enggak bisa lihat, baru tahu, misalnya Jakarta sebagai kota proklamasi itu urusan sejarah nasional, tapi misalnya Jakarta di RT sini ada apa, itu masuk sini sejarah lokal.
Orang Kapiten China di Semarang sama Batavia itu beda, konsepnya sama, tapi dinamika lokalnya berbeda. Waktu Arab sama China konflik, di Surabay ramai, di beberapa daerah juga, di Batavia tidak terjadi apa-apa, karena Arab sama China di Betawi itu kompak, karena mereka berdekatan dan sejarahnya panjang. Dan orang China di Betawi kan banyak peranakan, kalau di Surabaya itu ternyata banyak yang totok. Arabnya kan juga seperti itu, banyak yang peranakan Betawi juga.
Berdasarkan arsip, kenapa VOC bisa menjajah hingga berabad-abad, apakah benar karena tidak kompak?
Kalau soal tidak kompak, sampai sekarang pun kita tidak kompak. Masalahnya begini, baru saya sadari, teman saya yang meneliti sejarah asia tenggara bilang, kok negeri yang segede itu bisa dijajah sama Belanda yang luasnya tak lebih besar dari Jawa Barat sampai ratusan tahun.
Saya ambil kesimpulan, kalau dibilang kita tidak kompak itu juga salah. Kita masalahnya semua kekuatan lokal, local kingdom atau local authorities itu belum punya konsep ke-Indonesia-an, itu kita tak bisa salahkan, mereka masih bersaing.
Anda tahu apa sebaba Sultan Agung menyerbu Batavia, sebabnya dia mau menyerbu Banten, Batavia tidak mau bantu. Dia kan menganggap Banten saingannya, tapi Batavia tak mau bantu akhirnya dia serang Batavia.
Sesudah dia menyerang Batavia, kalau orang menganggap Sultan Agung pahlawan ya boleh, tapi anda juga harus tahu, lihat ada cacatnya. Begitu itu, dia kan langsung masuk ke pedalaman, daerah pesisir kosong, pesisir dia taklukkan dari Bangkalong ke Bawetan sampai Surabaya si Pangeran Pekik yang saya heran dia tragis benar, dia dihancurkan sekeluarga dibunuh.