- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Ada artikel yang saya tulis, tentang bagaimana orang China dengan orang Arab berkelahi di Surabaya. Kenapa dua pihak, ternyata itu 1912, orang China kan sedang baru Republiknya, nah orang Arab, menjelang PD I (Perang Dunia Pertama), Turki sebagai pelindungnya kan sedang begini (menunjuk ke arah bawah), jadi menarik, lucu.
Mereka ada berita di bioskop, kalau ada laporan berita tentang Turki sedang begitu, orang China bersorak, lucu, itu ada laporan polisi. Kayak gitu, terus mulainya kenapa, ya karena saling kata-kataan saja. Karena di Surabaya mereka hidupnya bersebelahan.
Memang pemerintah kolonial itu kalau mencari dua komunitas non pribumi itu selalu berdampingan, jadi saya punya cara, kalau ke daerah saya tanya kota tua mereka tidak mengerti, saya selalu tanya di sini ada kampung China? Oh baru mereka bilang ada.
Setiap kota ada sepert itu?
Pasti, kalau kota pelabuhan dan kota besar. Di Medan, Palembang, pasti mereka harus berdekatan karena kan ekonomi. Dan kedua mereka tidak bisa masuk ke pedalaman karena supaya bisa diawasi.
Untuk mencari arsip itu perlu sampai ke daerah?
Bukan, kalau arsip Belanda itu dari level dari kota sampai desa pun ada, itu laporan pertanian, perkebunan itu ada, tapi tergantung kita, semua bermula dari kita, kita mau tahu apa enggak. Kalau kita cepat puas, seperti teman bilang ada mahasiswa, teman bilang dia enggak puas karena tahu sebenarnya arsipnya banyak, masalahnya dia enggak rajin cari, jadi sudah saja. Itu tantangan tersendiri dan memerlukan insting. Kalau kita selalu merasa cukup ya sudah.
Kalau saya kan karena saya enggak puas masih banyak yang kurang. Yang waktu kita tulis draf, seringkali kita menemukan sesuatu yang tidak kita niatkan. Tapi saya biasanya saya tulis di buku untuk kita tulis di paper. Itu biasa.
Saya pernah, untuk mencari angka tahun, saya harus pergi ke Leiden (Belanda) unutk mencari tahu tahunnya. Bayangkan, keretanya saja berapa. Ketika menulis itu seringkali tidak sesuai dengan yang kita rencanakan. Tapi kita harus punya draf konsep.