- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Komunitas Arab itu di Jakarta baru muncul 1830-an, Kapitan Arab itu umurnya kurang lebih… Karena dia munculnya itu sekitar 1848, karena komunitas Arab di Jakarta baru muncul 1830-an. Dia kalau komunitasnya besar, dia angkat kapiten. Itu lebih pendek saya bilang, dibandingkan saya mesti seratus tahun lebih. Terus ada lagi Kapiten China muslim. Itu sudah saya tulis di buku Jakarta Batavia, dan berbagai artikel.
Jadi dulu kata peranakan itu awalnya merujuk pada orang China yang muslim, tapi terus sesudah komunitas ini melebur pada setempat atau pribumi, kata peranakan dipakai untuk campur. Jadi itu sekarang masjid Kebon Jeruk mas, itu teman-teman arsitek sudah enggak bisa ke sana, sebab sudah menjadi milik komunitas tertentu dan sudah enggak bisa sembarang orang, padahal itu kuburannya masih ada gaya China dan huruf Arab.
Masjidnya juga dekor interiornya masih begitu, sayang kan. Itu bukti komunitas disitu, nah waktu itu Belanda menyebut kata peranakan itu, Kapiten dan peranakan pada China muslim. Kalau sekarang peranakan semua yang mix dia bilang peranakan.
Untuk baca arsip sejarah, tentu perlu belajar bahasa Belanda, dari mana?
Belajar karena dipaksa, aku dapat bahasa Belanda cuma dua semester kan, kami di jurusan sejarah wajib. Ini yang saya bilang ke teman, mestinya belajar sejarah juga belajar bahasa lokal, karena untuk tahu sejarah kan mesti mengerti bahasa lokal, harus kan, supaya bahasa asli ibu kita jangan hilang juga. Itu kalau saya ketemu teman saya kita harus push itu, jadi dalam kurikulum sejarah itu harus bisa kurang lebih satu bahasa lokal.
Itu salah satu cara untuk membuat bahasa lokal tidak punah. Kan sekarang cuma muatan lokal, kalau anaknya pindah lupa, karena bahasa sehari-harinya tetap bahasa Jakarta. Nah, kalau kita pelajari itu, akan jadi ilmu dan itu akan terus.
Saya bahasa Belanda saya kan masuk jurusan, itu diwajibkan dua semester, satu untuk gramatikanya, terus semester kedua bacaan. Begitu masuk arsip, saya bilang sudah enggak bisa ini. Kalau baca arsip buka kamus seratus kali pun, sama dengan bahas Inggris.